Ayahku


Teringat dengan alm Ayah saya yang dahulunya berprofesi sebagai tenaga pengajar atau guru di sebuah sekolah dasar. Waktu itu ayah saya sangatlah aktif dilingkungan pendidikannya terutama sekali dalam bidang kepramukaan. Ya…….ayah saya adalah ketua Gudep (gugus depan) dari sekolah dimana beliau mengajar. Kegiatan-kegiatan kepramukaan yang berskala lokal macam “persami” (perkemahan sabtu-minggu) ataupun nasional seperti “jamnas” (jambore nasional) alm ayah saya pernah ikut serta didalamnya.

Keaktifannya didunia kepramukaan sekolah akhirnya dilihat oleh ketua yayasan dimana alm ayah saya mengajar. Ayah saya dipercaya menjadi Kepsek (kepala sekolah) SD swasta didaerah bilangan Kebon Nanas Jakarta-Timur. Namun ada keunikannya disini karena ayah saya menjadi kepala sekolah di SD Kristen padahal banyak juga lho guru-guru yang beragama Kristen didalamnya. Tapi dalam hal akidah sich Alhamdulillah alm ayah saya masih memegang kuat prinsipnya, “lakum diinukum waliyadin”, hanya memang terkadang kalau saat perayaan Kristen gitu seperti contohnya hari raya Paskah, ayah saya suka membawa telur-telur yang dihias layaknya telur paskah itu sendiri.

Pagi menjadi kepala sekolah di SD Kristen namun siang harinya menjadi pengajar di SD Negeri (ayah saya mengabdi di dua sekolah), di SD Negeri ini alm ayah saya menjadi wakil kepala sekolah. Sayangnya keinginan untuk menjadi kepala sekolah di SD Negeri belum kesampaian karena keburu dipanggil oleh-Nya 😦 padahal waktu itu alm ayah saya sudah mengikuti segala Diklat untuk proses percepatannya menjadi kepala sekolah. Mungkin karena alm ayah saya berprinsip tidak mau menggunakan uang pelicin hingga akhirnya proses untuk menjadi kepala sekolah itu seperti lama sekali prosesnya dan tidak jelas arahnya.

Ayah…….saya begitu bangga pada dirimu. Semoga Alloh SWT menempatkan ayah bersama orang-orang shaleh disisi-Nya…..aamiin !

gbr dari google

Iklan

27 thoughts on “Ayahku

  1. Alhamdulillah, hingga saat ini saya masih memiliki Ayah yang sehat wal’afiat dan tentunya sosok yang paling saya hormati setelah Ibu.
    Terimakasih tulisannya Bang. Semoga Ayah mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Amin.

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s