St Jatinegara…jejakku ada disana !


http://coolagez.wordpress.com

Tempat ini adalah salah satu tempat yang sering saya kunjungi disaat saya masih sekolah bahkan disaat saya sudah bekerjapun acapkali saya sering transit ditempat ini. St Jatinegara, begitulah nama tempatnya. Tempat yang dahulunya dijadikan oleh para pedagang kaki lima untuk menjajakan buku-buku ataupun majalah bekas yang dijajakan disamping stasiun ini (tidak jauh dari gerbang utamanya).

Banyak ragam majalah atau buku yang dijual ditempat ini, dari majalah-majalah lokal bahkan impor yang dijual oleh para pedagang ini. Saya yang kebetulan memang sedikit doyan baca waktu itu pernah mengkoleksi majalah Intisari untuk beberapa edisi. Waktu itu kisaran harga dari majalah-majalah bekas ini Rp 1000/buku atau paling mahalnya Rp 2000/buku. Perlu ditekankan disini walaupun membeli majalah bekas namun saya cukup selektif dalam memilihnya, saya gag mau membeli majalah bekas yang sudah kumal dan terlihat kotor di cover dan isinya tentunya. Saya lebih memilih majalah bekas yang masih terlihat bersih, gag kumal, tanpa ada lipatan-lipatan didalamnya.

Selain majalah Intisari yang saya koleksi, saya juga mengkoleksi majalah Angkasa karena majalah kedirgantaraan ini selalu memuat rubrik yang sangat saya sukai yaitu origami pesawat terbang. Rubrik ini memang disediakan buat para pecinta origami yang ingin mengenal lebih dalam lagi model-model jenis pesawat yang ada didunia ini.

Sekarang sepertinya pedagang majalah bekas ini sudah tidak ada lagi keberadaannya disana (di St. Jatinegara) karena memang waktu itu kerap dipandang memacetkan arus lalulintas yang berada didepannya terutama pada saat keluarnya para penumpang KA dari stasiun ini.

St Jatinegara……bagaimanapun tempat ini pernah memberikan sedikit “ilmu” buatku tentunya…. :).

Buat yang mau mendownload silahkan disini

Iklan

29 thoughts on “St Jatinegara…jejakku ada disana !

  1. Stasiun ini mengingatkan pada almarhumah ibu mertua saya. Kami berdua, sering ke sana belanja. Berhubung dari Utan Kayu lewat Pramuka macet total, waktu itu jembatan layang masih dalam pembangunan. Meskipun berisik ga ketulungan, kami naik bajay lewat jalan tikus biar cepat sampai. Stasiun yg penuh kenangan. Jadi cerita dah…

  2. Ah, saya juga sama Bens, dulu…waktu masih tinggal di malang, kami bersaudara suka diajak almarhum bapak untuk beli buku-buku bacaan dan komik silat bekas yang *tampak* masih baru.
    Saya juga nggak suka buku bekas yang sudah kucel atau terlipat-lipat, rasanya baca jadi kurang seru…

    Selamat bernostalgia tentang sta. Jatinegara, Bens!

  3. lama gak mampir ke laman ini. gmn kabarnya bang? sayapun juga punya hobi koleksi buku-buku bekas. sayangnya minat baca mulai menurun sehingga buku-buku itu sering kali tak terjamah. #virus biblioholic

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s