Astaga… !!!


Sebenarnya saya nggak mau membahas tentang persepakbolaan di negeri kita yang sepertinya bagai benang kusut saja. Ungkapan bagai benang kusut ini bukan tanpa alasan yang jelas yach, coba aja tengok bagaimana kondisi persepakbolaan kita yang semakin hari semakin anarkis dan tentunya jauh dari norma-norma sportivitas olahraga itu sendiri.

http://nandarson.wordpress.com

Melihat fakta yang terjadi belakangan ini di tubuh PSSI khususnya di ranah suporter mungkin ini bisa dimasukkan kedalam rekor terburuk dari pengelolaan penyelenggaraan pertandingan sepakbola di Indonesia. Bagaimana tidak ! Dalam Stadion GBK Bung Karno dan Stadion Tambak Sari Surabaya berturutan 2 nyawa melayang sia-sia dan puluhan suporter lainnya luka-luka akibat ulah segelintir para suporter yang anarkis karena tim yang diidolakannya harus menang dalam pertandingan itu.

Kita mungkin membaca dan melihat bagaimana seorang suporter digebukin dan dikeroyok oleh salah satu suporter dari tim lawannya hingga tewas tanpa bisa tertolong lagi dan sementara dilain pihak semprotan gas airmata telah membuat panik sebagian penonton yang berada didalam Stadion Tambak Sari Surabaya hingga menyebabkan mereka lari kocar-kacir dan saling berebut keluar meninggalkan stadion hingga terjadilah peristwa seorang suporter tewas akibat peristiwa ini. Mengenaskan….sangat mengenaskan sekali.

Negeri ini memang sangat jauh dari kata sportivitas. Tidak bisa elegan menerima sebuah kekalahan. Adakalanya pemain sportif namun disisi lain penontonnya yang tidak sportif, pemain dan penonton mencoba sportif namun wasitnya yang tidak “sportif” alias tidak becus memimpin suatu pertandingan hingga memicu official masing-masing tim menjadi tidak sportif dengan ulahnya. Jadi ini semua bagaikan lingkaran setan antara pemain, penonton, wasit dan official yang seharusnya kesemuanya ini merupakan komponen penting dari berlangsungnya suatu pertandingan itu enak untuk ditonton.

Mari buat semua komponen bangsa yang terlibat dalam persepakbolaan negeri ini, kita merenung sejenak apakah kita hanya puas dengan kemenangan yang dicapai sementara nilai-nilai sportivitas kita langgar,? apakah kita cukup berbangga dengan hasil yang dicapai sementara itu penonton saling baku hantam karena “gaya” permainan tim kita yang sangat kasar dilapangan?

Terakhir buat para suporter, marilah kita menikmati saja jalannya pertandingan dengan baik dan santun. Terimalah dengan jiwa besar bila tim kita menderita kekalahan. Kemenangan bukanlah segalanya tapi yang jauh lebih penting adalah jiwa sportivitas anda. Ini negeri tercinta anda dan ini adalah stadion kebanggaan dimana anda berada dan mereka itu (baca: para penonton) adalah saudara-saudara anda juga yang sama-sama sehobi dengan anda, yaitu mencintai sepakbola. Cukuplah sudah 2 nyawa yang melayang ….jangan sampai terulang lagi karena tanah negeri ini sudah sering basah oleh airmata anak bangsanya sendiri.

Catatan: ditulis dengan keprihatinan yang sangat mendalam terhadap persepakbolaan negeri ini

40 thoughts on “Astaga… !!!

  1. jangankan di kancah olahraga mas Ben, di lingkungan kerja, pergaulan aja banyak kok halhal yg ngga mencerminkan sportivitas 😦
    jadi siapa yg bilang Indonesia sudah bebas merdeka? salah itu, masih sering terjadi perang saudara di negeri sendiri, meskipun skalanya masih skala kecil, tp kalau banyak? ya sama aja tho
    heuuhh…sedih…

    • kalo sudah berbicara ttg negeri ini sptnya kita jadi pesimis dech karena semakin hari, rasa nyaman dan ketenangan sudah mulai “terganggu” oleh segala intrik politik yang kemudian dicerna mentah-mentah oleh grass root dalam bentuk hal-hal yang destruktif seperti anarkisme penonton salah satunya…

  2. Penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200jt … ternyata hanya memberikan kisah pahit… Semestinya jumlah yang begitu besar memberikan banyak prestasi yang mengagumkan… kenyataannya malah memalukan… Aih…. semoga persepakbolaan di negeri kita bisa lebih maju dan mengagulkan sikap menghargai… jangan mengagulkan sikap fanatik yang berlebihan..

    • bener gan…sptnya memang perlu waktu yang tidak singkat utk mengubah mental anak bangsa di negeri ini.
      budaya utk menerima kekalahan adalah salah satu hal yang harus ditanamkan sejak dini…

  3. Yoi, sungguh miris ya melihatnya 😦 Dan ini tercermin tidak hanya dari dunia olahraga aja lho. Banyak kan kondisi sehari-hari dimana sekelompok orang (diberitakan) berlaku anarkis terhadap orang lain. Padahal “katanya” Indonesia itu negara yang orang-orangnya ramah dan bertoleransi.

    Dunia olahraga yang seharusnya bisa menjadi panutan sportivitas pun juga sejauh ini masih belum bisa diharapkan sebagai panutan yah… 😦

  4. miris mas lihat persepakbolaan indonesi mas..
    bahkan saya berfikir, gimana kalau untuk sementara dibekukan dulu aja, sebab sepakbola skarang ini bukan sebagai ajang untuk mempersatukan, tpi malah sebagai alat untuk saling bermusuhan.

    • sangat memalukan sekali…
      btw kalo dibekukan sptnya bukan solusi yang bijak karena nntinya para pemain akan mengalami jobless mungkin salah satu caranya bisa diambil lewat suporter mas…kita ambil saja suporter2 yang santun yg boleh nonton pertandingan. Suporter yg nampak sudah kriminal kita langsung blacklist dan keluarkan dari stadion.

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s