“SISITIPI”… !!!


Membaca sebuah artikel koran ternama di Ibukota minggu yang lalu tentang keberadaan “kamera pengintai” atau bahasa kerennya CCTV (Closed-Circuit Television) saya agak kaget juga lho (tapi untung gag sampe shock yach :mrgreen:), mungkin karena saya memang baru tahu kalau kamera CCTV itu banyak juga yang dipasang dirumah-rumah pribadi. Saya hanya tahunya kalaupun “sisitipi” itu dipasang dirumah pastinya rumah itu tentulah sebuah kantor ataupun sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat berbisnis.

Pola kehidupan metropolitan yang sedemikian variatif berimbas juga kepada pola hidup masyarakat didalamnya sehingga mendorong sebagian besar masyarakat (terutama pasangan hidup) untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tentunya ini semua tidak menjadi masalah bila kedua pasangan hidup “mengejar setoran” bekerja diluar bila memang keberadaan seorang buah hati belum terlahir. Bagaimana halnya bila pasangan hidup yang bekerja tersebut sudah mempunyai buah hati (tarulah umur balita), apakah mereka cukup berani mengambil “pembokat” (baby sitter) dari yayasan-yayasan pembantu misalnya. Bila keputusannya mengambil PRT lewat yayasan-yayasan tersebut tentunya mereka juga masih dihinggapi rasa was-was akan kenyamanan anak balitanya saat mereka tinggal bekerja. Maklumlah eksistensi dari PRT di ibukota masih meragukan sebagian masyarakat kita. Kita sering mendengar bahwa ada pembantu yang menyiksa anak majikannya, ada pembantu yang “ogah2an” kerjanya, ada pembantu yang asyik pacaran saat majikannya pergi kerja dan lain-lain sebagainya. Namun tentunya juga tidak semua PRT seperti itu yach…

Alasan-alasan seperti diataslah yang kemudian membuat sebagian pasangan muda di ibukota kemudian memasang kamera pengintai (CCTV) didalam rumahnya. Jadi setiap gerak-gerik dari PRT yang masuk kategori “tidak menyenangkan” buat sang buah hatinya bisa diketahui secara detil oleh majikannya. Bukan tidak mungkin bila belum lama bekerja sang PRT lalu dipecat dengan tidak hormat gara-gara misalnya “sedikit” mencubit bagian tubuh anak balitanya.

Terlepas dari manfaat “sisitipi” ini tentunya yang utama adalah efektivitas dari pertumbuhan sang buah hati itu sendiri bila kedua pasangan hidup pergi bekerja. Buat saya pribadi sich buat apa “mengorbankan” anak demi status diluar. Kalaupun mungkin dari gaji kedua pasangan hidup itu masih dirasa tidak cukup, rasanya saya tidak cukup tega meninggalkan anak balita seorang diri dengan PRT walau semua dicover dengan apa yang namanya CCTV tersebut. Namun bila anda cukup berani….. silahkan saja karena hidup ini memang adalah pilihan!๐Ÿ˜‰

gambar dari sini

37 thoughts on ““SISITIPI”… !!!

  1. kalo untuk memantau babysitter atau prt, saya rasa pasti ada alasannya gan. mungkin orangtua menemukan luka2 di tubuh anaknya, atau barang2 di rumah hilang ketika dijaga prt, dsb. atau mungkin rumah2 yang pasang cctv itu adalah rumah2nya bos mafia, kayak di film2..๐Ÿ˜Ž

    • sebenarnya simpel aja sich gan…kalo mmg salah satu pasangan udah cukup gajinya buat apalah dua2nya harus kerja sementara itu buah hatinya dirumah ditinggalkan sama PRT..๐Ÿ™‚

  2. hidup adalah pilihan, betul itu bendns…. nah untuk prt coba carilah yang pilihan juga… jangan asa,l kalau bisa latar belakangnya di ketahui, agar tak was was saat buah hati terpaksa di tinggal pergi..

    cctv kalau di rasa mangfaatnya ada, kenapa tidak,,,?

  3. pada dasarnya saya pun berpendapat demikian, sebaiknya emak2 ya di rumahlah ngurusin anak aja. daripda anak diserahkan pada pembantu. toh bisa memikirkan pekerjaan lain yg bisa dikerjakan sambil momong anak. tapi tentunya ini dikembalikan pada individu masing2 sih.

    seperti tempo hari seorang ibu pekerja sebuah bank, gegara melihat saya sedang mantau para asisten dari cctv, tiba2 dia minat pasang cctv di rumah krn n inggalin anak cuma sm pembantu. kami sempat berbagi informasi. dan setelah itu, jadilah bahan obrolan saya dan suami.

    ya ya kami cukup beruntung bisa mengais rejeki di rumah, tapi di sisi lain kami kan blom dikasih rejeki anak hehehe … jadi yaaa … gitu deh … gimana baiknya aja deh hehehe

    • terkadang memang tuntutan kehidupan acapkali membuat para ortu “mengabaikan” perkembangan psikologis dan emosional dari buah hatinya. Tekhnologi anyar seperti CCTV ini dijadikan pegangan dalam mengontrol semua yang terjadi didalam rumahnya baik itu mengontrol sang buah hatinya sendiri maupun mengontrol tindak-tanduk PRTnya.
      memang sich semuanya kembali lagi ke individu yg bersangkutan yach…

  4. Memasang CCTV karena kesibukan gitu, trus mereka ngeceknya kapan ya?? Kan nggak mungkin juga dong 24/7 atau sepanjang waktu selama mereka tidak berada di rumah gitu??๐Ÿ˜€

  5. Sama Bens, saya juga nggak akan tega ninggalin anak kecil hanya dengan pengasuhnya saja, biarpun dipasang 5 CCTV di rumah itu…hehe, kayaknya kita baca koran yang sama deh, soalnya saya juga nunjukin artikel itu ke Risa dan sukses membuat kami berdua geleng-geleng kepala๐Ÿ˜‰

  6. dikantor aku banyak yg orangtua muda.. kalau bukan ditinggalin sama pembantu sama siapa dongยฟ

    kalau aki seh gak masalah dg hal itu.. lagian aku dr kecil juga ditinggal sama pembatu๐Ÿ˜‰

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s