“RAIN AND TEARS”


Maaf sebelumnya kalo judulnya lebih ke barat-baratan, bukannya ingin sombong namun semata-mata sebagai daya tarik aja agar orang mau membacanya. Ok…langsung aja pada 2 kata diatas “rain” dan “tears”. kalau secara artinya dah pada tahu khan sahabat bloggers semuanya. Kita sebut saja artinya “hujan” dan airmata”. Lantas apa hubungan secara riilnya dengan postingan kali ini?

Yang pertama sekali tentunya cuaca. Ya..cuaca! Ditempat aku yang sekarang (Parung) cuacanya begitu panas sekali…sangat terik kalau saat tengah hari. Apalagi perumahanku belumlah banyak pohon yang rindang hingga jadilah kalau siang hari itu seakan gersang sekali, banyak debut-debu jalan yang tertiup oleh angin tak dapat dicover oleh pohon-pohon yang masih kecil. Kalau sudah seperti ini aku merindukan sekali datangnya hujan….hujan yang membasahi tanah-tanah gersang ditempatku. Hujan… aku sangat merindukan kehadiranmu!

Datangnya hujan (yang berlebihan) terkadang juga membuat “tears” dimata anak-anak manusia yang memang tempat tinggalnya biasa mengalami kebanjiran. Tentunya kita semua tidak mengharapkan keadaan seperti ini. Hujan yang turun idealnya adalah sebuah berkah dari rahmat dan kasih sayang-Nya.

Yang kedua adalah panasnya suhu politik di negeri ini menjelang kenaikan BBM. Demo besar-besaran sepertinya sudah ada didepan mata kita. Kita lihat bagaimana perjuangan anak-anak muda mahasiswa yang menolak kenaikan BBM. Mereka berjuang tanpa rasa takut dipukuli ataupun dihakimi oleh para penguasa. Keikhlasan mereka dalam berjuang patut kita apresiasi tentunya. Ingin rasanya “rain” itu turun juga dalam situasi seperti ini. Ya...”rain” yang berupa kesejukan dan kedamaian dari kedua belah pihak agar nantinya tidak sampai timbul “tears” dari mata anak-anak bangsa seperti kejadian Mei 1998 silam yang meluluhlantakkan kota Jakarta saat itu. Tears” – air mata jatuh dimana-mana karena banyak yang kehilangan sanak saudaranya akibat kebakaran – buntut penjarahan besar-besaran yang terjadi di ibukota. Cukuplah sudah rasanya air mata yang tumpah dari anak-anak bangsa di negeri ini.ย 

Bukan secara kebetulan kalau saya menutup postingan ini dengan lagu penutup dari Aphrodite’s Child “Rain and Tears”

65 thoughts on ““RAIN AND TEARS”

  1. Beberapa hari belakangan ini, cuaca memang panas banget. Baru tadi malam kebagian hujan lagi. Semoga di sana juga kebagian rahmatNya biar lebih adem.

    Mikirin politik tanah air, memang bikin mumet. Semoga damai, aman n terkendali keadaan negara ini….

    • cuaca mmg panas akhir-akhir ini, beruntung ya disana malamnya sempat turun hujan…
      untuk negeri ini kita hanya bisa mendoakan agar semuanya berjalan dengan damai๐Ÿ™‚

  2. rain and tears. . .

    selain terjadi di ibu kota, ini terjadi juga di Banjarnegara.
    sejak hadirnya “kuliner” para pedagang makanan khas banjar berdemo karena sebagian tidak bisa ikut menempati atau berlapak dikuliner.

    BBM naik?
    itu semua sudah menjadi konsekuensi kan kak bens?
    aku dengar dari berita, kalau harga BBM di indonesia tidak naik maka mau tidak mau pihak yg mengelola migas di indonesia akan menjual ke negara lain karena di negara lain harga BBM memang sudah tinggi.

    jgn salahkan pak SBY, tp salahkan yang mengelola migas itu (gak punya hati).๐Ÿ˜€

    • sangat kompleks sekali mmg problematika negeri ini๐Ÿ˜ฆ
      smoga semuanya berjalan dengan damai dan ada winwin solution yang menguntungkan kedua belah pihak tentunya.
      thx ya Idahh !

  3. kalau di desaku hari senin panas , malam selasa diguyur hujan deras . dan pagi hari membuat gerah cacing keluar dari persembunyiaanya. jadilah aku yang jijik dan tak tega mereka akan kulibas dengan sepadaku

    • di Kudus sudah hujan ya mb Min…๐Ÿ™‚
      tadi siang juga alhmdlhh…disini baru turun hujan, lumayan deras juga
      postinganku langsung diijabah oleh-Nya….๐Ÿ™‚

      • wah kudus itu enak ben hujan gak bikin banjir, kemaraupun gak bikin garing. Mulai september sampai maret masi hujan. Deras-derasnya bulan maret, ini mulai menjemput kemarau

    • ohh jauh sekali ya…Tri tinggalnya di Batam…aku belum pernah kesana….spt apa ya Batam..?
      kalo di Parung….alhmdlh…tadi siang baru turun hujan lagi ….lumayan deras juga๐Ÿ™‚

  4. Ya, hujan memang bisa menjadi berkah namun bisa menjadi malapetaka juga ya, hmmm…

    Masalah BBM, hmmm, masalah ini sangat kompleks sih memang. Ya, gitu deh, hehehe

  5. di tempat saya beberapa kali mendung tapi hujanya baru kemarin siang..

    soal demo menolak kenaikan harga BBM saya mendukung.

    yang saya tahu kalau BBM naik di pastikan harga barang akan ikut naik. dampaknya memberatkan rakyat yang kurang mampu.

  6. Ping balik: Asinan Banci « Catatan Elfarizi

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s