Bersepeda dan Berekreasi


Minggu pagi ini cuaca begitu bagusnya. Matahari nampak dari timur sudah menggeliat ingin menunjukkan sinarnya yang menawan itu. Sedari tadi shubuh akupun telah mempersiapkan perbekalan sekedarnya untuk perjalanan gowes menyapa alam. Segelas susu coklat hangat sudah aku buat dan aku pindahkan kedalam plastik yang kemudian aku ikat rapat-rapat, sepotong roti juga sudah aku masukkan kedalam tas pingggang aku. Ya...aku memang biasa membawa perbekalan sekedarnya untuk dibawa pada saat nggowes karena biasanya memang aku tidak sempat melakukan sarapan terlebih dahulu.

Jalanan ditempat tinggal aku tentulah tidak seramai jalanan di kota-kota
terlebih lagi bila di hari minggu. Sangat lengang sekali dan kita benar-benar dimanjakan dengan keadaan seperti ini. Terkadang kami dijalan bisa bersendagurau satu sama lainnya dan terkadang pula kami sering melakukan “sprint” untuk sekedar melihat siapakah yang lebih cepat diantara kami. Namun seperti diduga karena kawan-kawanku badannya gede-gede kayak Giant dalam tokoh serial Dora Emon, aku selalu menjadi pemenangnya dalam sprint ataupun dalam jalan yang menanjak. Ya, selain bobot mereka yang  “over weight”, kawan-kawanku juga kebanyakan adalah perokok tidak seperti aku. Jadilah nafas mereka kalau bertarung dalam sprint atau adu tanjakan mereka sudah ngos-ngosan.…apalagi pada saat tanjakan abizz. Aku sering ngeledek mereka…“ayoo, kamu bisa…!” Tak jarang memang pada saat adu ditanjakan mereka sudah loyo dan menuntun sepedanya hingga sampai jalan yang lebih mendatar.

terapi mata 1

terapi mata 2

Waktu aku masih tinggal di Jakarta (aku tinggal di Jakarta Timur), aku memang lebih sering sendirian dalam bersepeda. Biasanya aku mengambil rute Jl. Pahlawan Revolusi-Klender-perempatan tugas industri Pulogadung-trus ambil kiri ke arah Jl. Pemuda Rawamangun-lurus trus menuju Jl Pramuka-perempatan salemba aku belok kiri menuju arah matraman dan jatinegara hingga kemudian aku kembali lagi ke arah Klender-dan akhirnya sampai kembali di Jl Pahlawan Revolusi. Ya…lumayanlah jaraknya sekedar buat kesegaran di tubuh kita.

Setelah kepindahanku ke Bogor ternyata bersepeda lebih mengasyikkan lagi karena aku banyak menemukan jalan yang bervariasi. Ada jalan yang mendatar dan tak jarang pula aku temukan jalan yang menanjak. Oh ya…kalau kita punya passion terhadap fotografi mungkin kita akan selalu memotret pada saat menggowes karena alam di Bogor sangat indahnya terlebih lagi daerah dimana aku tinggal sekarang. Masih banyak sekali yang hijau-hijau disana dan sangat bagus untuk terapi mata kita.

Ayooo sobat bloggers dimana saja berada, mari kita bersepeda sekaligus berekreasi melihat keindahan alam ciptaan-Nya. Selain mendapatkan tubuh yang sehat dan segar tentunya jiwa kita akan selalu riang

41 thoughts on “Bersepeda dan Berekreasi

  1. Aku di Belanda memang selalu bersepeda sih *ya iyalah, hahaha*. Waktu itu pernah dikasih usul buat liburan: sepedaan ke Belgia. Tapi sekali jalannya aja 2 hari dong, berarti pp di jalan udah 4 hari ya. Itu pulang-pulang bakalan apa kabar ya? hahaha😛

    • kalau perjalanan 2 hari baru sampai, itu lebih enaknya jalan berombongan spt touring ala sepeda motor lebih berasa kesannya nnti🙂
      tapi kalo hanya bbrp orang saja mmg mikir dua kali dech😀

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s