Gowes ke Bogota !


Halloo bro n sis... siang ini saya ingin kembali bersepeda. Tapi tunggu dulu ya..! Saya bukan bersepeda beneran lho...! Saya ingin kembali bersepeda maya dan tempat yang ingin saya kunjungi adalah benua Amerika atau lebih tepatnya Amerika Latin. Untuk lokasi yang saya khususkan disini adalah kota Bogota. Tahu khan Bogota terletak di negara mana? Ya, Bogota adalah nama Ibukota dari negara Kolombia.

Mendengar nama negara ini mungkin kita ingat akan sosok pemimpin kartel obat bius yang cukup ternama dan melegenda pada masanya yaitu Pablo Escobar. Ya..Latino Godfather ini adalah gembong preman narkotika terbesar didunia yang mengambil markasnya di kota Medellin-Kolombia. Kota yang pada masa jayanya Escobar terkenal begitu banyaknya peristiwa kriminal yang terjadi. Namun selepas kematiannya pada Desember 1993 silam (setelah ditembak mati) perlahan kota Medellin serta kota-kota lainnya mengalami penurunan jumlah angka kriminalnya.

Itulah sedikit sisi kelam Kolombia lewat tokoh antagonisnya Pablo Escobar. Namun lihatlah kini Kolombia telah berubah dan menjadi negara yang begitu peduli dan memperhatikan sekali rakyatnya lewat jalur transportasi bersepeda yang dibangun di kota Bogota sepanjang 300 km. Wahh…keren khan! 300 km lho...bayangin aja dech.. cukup panjang bukan! Coba tengok…jalan tol Jagorawi aja kira-kira hanya 60 km panjangnya.

Coba simak apa yang dikemukakan oleh walikota Bogota Enrique Penalosa dibawah ini:

“Penduduk dengan sepeda seharga US$30 (Rp275 ribu) sama pentingnya dengan mereka yang berada di dalam mobil seharga US$30 ribu (Rp275 juta),”

Juga yang ini:

“Jalur sepeda yang tak aman untuk anak berusia delapan tahun, bukanlah jalur sepeda,”

Indah sekali rasanya kalau para pemimpin kita bisa seperti Walikota Bogota ini. Aku kemudian menghela nafas dan keluar sejenak melihat langit diatas sana. Langit yang begitu indah….lalu aku bergumam dalam hati “apakah langit di bogota sana sama seperti langit di negeriku saat ini. Ahh...sudahlah! Alunan lagu  “Take on Me” dari A-Ha kemudian menutup postingan saya kali ini.

Sumber dan gambar dari sini

77 thoughts on “Gowes ke Bogota !

  1. ini yang keren : “Jalur sepeda yang tak aman untuk anak berusia delapan tahun, bukanlah jalur sepeda.”

    yang gak keren, kita niru busway-nya bogota di Jakarta. I still think this one is stupid decision.😀

  2. mungkin kalau di luar pulau jawa masih oke mas ben bikin jalur sepeda, terus kemanamana naik sepeda
    tapi kalau bersepeda di pulau jawa, khususnya jakarta&bogor, angkat tangan deh, ngeri sama arus lalulintasnya >,< lagian mau dibikin dimana lagi jalurnya? tanahnya udah sempit, ngga ada tempat lagi
    kalaupun masih ada sedikit area yg bisa dibikin buat jalur sepeda, aku ngga setuju, lebih mendukung area yg cuma dikit itu dibjadiin kawasan hijau aja, udara jakarta udh kotor banget, percuma dibikin jalur sepeda juga, bukannya sehat malah penyakitan lagi ntar, secara ngehirup gas karbon dari mobilmobil yg lalulalang

    • realistisnya mmg agak susah untuk dibuat jalur buat pesepeda karena kondisi ruang jalan juga sudah sempit namun disini yang diharapkan budaya untuk bersepeda bisa sedikitnya mengurangi kemacetan dijalan. Aku fikir dengan semakin banyaknya nnti orang bersepeda akan dgn sendirinya orang2 juga akan tertarik untuk berperan didalamnya🙂
      Aku malah berkhayal kalau warga Jakarta sudah memiliki budaya bersepeda mungkin rasanya jalur busway bisa dialihfungsikan sebagai jalur buat pegowes…kenapa tidak!🙂

  3. ya pemimpin yang berwawasan kerakyatan ben bikin saya haru. jadi rindu pememimpin kudus dulu mulai dari simpang tujuh (alun alun) sampai desa semua tersedia jalur sepeda sudah begitu kanan kiri jalan dihiasi pohon penghijauan.

  4. Negara yang dalam bayangan saya serem ini, ternyata sangat menghargai hak-hak warganegaranya ya…nggak nyangka, Bens…seanadainya nggak ditulis disini, susah buat saya untuk percaya bahwa Bogota ‘sesantun’ itu…
    🙂

    • iya mb Bintang…tadi aku googling cari berita yang menarik buat postingan ketemu ama Bogota ini….aku juga tadinya gag percaya lho….tapi ternyata luar biasa sekali Bogota ….pemimpinnya benar2 merakyat sekali. Indonesia seharusnya bisa mencontoh negara ini🙂

  5. Bagaimana kalo walikota Bogota kita naturalisasi…sudah capek liat berita tingkah laku pemimpin di negara kita yang tercinta ini…Ayooo para pemimpin “Talkless Do More”

  6. Benar, di Indonesia memang sepeda seperti dianak-tirikan ya😦 Wah, kalah nih sama Kolombia.

    Tapi untuk kota besar semacam Jakarta, realisasinya memang sulit sih. Sekarang sebagian orang saja (yang aku kenal sih) malas kalau bersepeda di Jakarta. Alasannya bukan sekadar tidak ada jalur khususnya atau tidak aman lalu lintasnya, tapi juga: udaranya! Nah, sudah kompleks kan kalau begini.

    Mungkin dalam jangka pendeknya, sebaiknya jalur sepeda itu dibuat di taman kota gitu ya. Masyarakat yg ingin bersepeda kan bisa sepedaan disitu. Dan karena ini taman, dari segi udara jelas lebih bersih dong; dan tentu juga nggak ada lalu lintas di dalam tamanna😛 Jadi nggak perlu (dulu) deh membuat jalur sepeda di seluruh penjuru kota untuk transportasi. Karena itu butuh waktu yg lama sekali.

    • kalo di Jakarta mmg sudah agak sulit rasanya namun kalo mau diambil kebijakan yang radikal sich bisa-bisa aja. Tetapi apakah berani pemerintah kotanya mengambil kebijakan yang tidak populis (transportasi sepeda). Rasanya disini memang butuh extra kerja keras dari pemerintahnya kalo memang ingin “beralih” ke alat transportasi yang murah meriah ini.
      thx ya Zilko…!🙂

    • sma dengan komen tadi dari mb Bintang…pastinya kita gag percaya kalo Kolombia mmg tidak seseram yg orang bayangkan. Tahunya khan kita dengan hal2 yang negatif tentang negara ini. Mungkin sudah gag aneh kalo kita tahu Kolombia adalah basis dari jaringan narkotika terbesar didunia.

  7. iyalah …. di djarum kudus memang ada pusat dan mess buat menggodok atlit2 bulutangkis, aku sih skrg nggak tahu perkembangannya ya siapa2 saja yg bagus prestasinya berkat didikan djarum ini, tahuny adulu itu ya hastomo arbie

    • waahhh…pengamat bulutangkis juga ya…tahu ama Hastomo Arbi….kyknya banyak dech mb….cuma aku juga lupa….ntar dech tak googling sapa2 aja atlet keluaran PB Jarum-kudus….bisa buat postingan nih mb….!😉

  8. Wah, keren banget ya.
    Brarti secara gak langsung pemerintah disana concern banget dengan lingkungan.
    Naik sepeda kan selain menghemat bahan bakar, juga menyehatkan lingkungan dan kesehatan tubuh.
    Keren2🙂

  9. mantap lah bro, pasti cocok banget tuh diterapkan di Jakarta..
    kebanyakan jalan di ibukota kan rata, ga nanjak-nurun kayak di Bogor
    keuntungannya, selain sehat juga kurangin polusi dan tingkat kecelakaan😉

    • bersepeda itu alat transportasi yg murah meriah sekaligus menyehatkan kita🙂
      smoga saja negeri ini kedepannya bisa mencontoh negara2 yang peduli dgn lingkungan sekitarnya.

  10. memang budaya bersepeda sudah ditinggalkan, Jogja yang dulunya juga dikenal dengan kota sepeda, namun kini sudah tidak lagi. Meski begitu, malam ini saya bertemu dengan sedikit “goweser” di dekat stasiun Lempuyangan.

    sedikit catatan : komen ini di tulis dan dikirim dari Jogja.

  11. Kalau di jogya sepertinya sudah ada jalur-jalur tertentu yang di khususkan utk sepeda. Dan Surabaya baru2 ini menetapkan car free day beberapa jalur sehingga bisa untuk santai bersepeda. NAh kalau di desa saya, sdh mulai berkurang pengguna sepedanya. DUlu jaman sekolah saya, semua naik sepeda, karena harga sepedea motor mas dr daya beli. Sekarang asal ngasih foto kopi KTP sj bisa beli motor. Jd anak-anak sekolah sebagian sdh ganti naik motor…#jd kangen masa sekolah lagi bersepeda ria meski sepedanya butut gak ada remnya

    • ya benar mb…sekarang ditiap-tiap kota besar menyelenggarakan “car free day”…lumayan seminggu sekali membuat udara menjadi bersih🙂
      emang enak rasanya kalo ngeliat di desa2 orang pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda dan disepanjang jalan tak henti2nya mengobrol satu sama lainnya…
      saya juga kangen rasanya dgn suasana spt itu…🙂

  12. ditempat saya yang sekarang, udah jarang orang yang bersepeda. sekitar 90% udah pada make sepeda motor termasuk saya. he.. bahkan sekarang mah penjual sayur ama bakso keliling pun udah pada pake motor. jadi pengen ke Bogota, bersepeda ria🙂 dan bersepeda itu menyehatkan🙂

    • roda sepeda mmg semakin tergerus oleh perkembangan jaman tetapi sekarang sebenarnya sudah banyak juga lho komunitas2 sepeda di INA…🙂

      yuk…kita main sama2 ke Bogota…🙂

  13. wah keren bang enriq buat pernyataan gitu. . .

    di indo mah pada gengsi naik speda hehehehhehe. . ..

    kunjungan malem ahhhhh. . .. udah tidur belom yak . . .:)

  14. jika ada pembicaraan tentang sepeda berasa terisolasi
    itu karena saya tak bisa bersepeda
    hadoh ini merupakan aib gak seh hiks
    begitupun, jika pemerintah mau berusaha sedikit, pasti bisalah menyediakan space untuk kaum bikers, semoga saja yah🙂

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s