“Kunang-kunang” di Malam Hari


Sudah beberapa minggu belakangan ini aku absen dari bersepedahan terutama karena memang cuaca yang tidak bersahabat yaitu hujan yang mengguyur daerah seputaran tempat tinggal aku. Kalau sudah begini, aku biasanya melakukan rutinitas harian menjaga warung kecilku sambil diselingi buka-buka inet didalamnya πŸ˜†

Warungku memang tidak seramai warung-warung yang lainnya yang menjadi kompetitor beratku, ditambah lagi warungku juga steril dari rokok….lengkap sudah memang hingga warungku di cap “aneh” oleh sebagian tetanggaku. Biarlah…aku berharap ada ganti yang lebih baik dari ini semuanya. Warung gag ramai berarti aku bisa leluasa surfing di inet dan melayang kemana aku suka tentunya :mrgreen:

Minggu pagi kemarin akhirnya aku hanya “bersepeda maya” :mrgreen: Namun disini imajinasi aku ingin sekali merasakan sensasi bersepeda di malam hari atau istilah kerennya “night ride”. Ya…bersepeda di malam hari! Kenapa tidak! Kalau cuaca terang mungkin kita sudah biasa tentunya bukan…?! Memang sich sebenarnya kalo dibilang bersepeda malam hari, aku sering juga. Hanya masalahnya itu kan hanya dilakukan dekat-dekat saja masih didalam perumahan :mrgreen:Ya...katakanlah kalo ke mushala aku pake sepeda, main ke rumah teman di blok lain pake sepeda dan cari cemilan didepan perumahan juga aku pake sepeda. Yang belum pernah tuh jalan beriringan (konvoi) keluar dari perumahan bersama teman-temanku yang lainnya seperti halnya di minggu pagi.

Gbr 2

Dahulu waktu menjadi “aktivis” FB aku pernah tahu ada yang namanya “komunitas kerlap-kerlip” yang notabene adalah komunitas bersepeda yang melakukan gowesnya di malam hari (terutama Jum’at malam atau Sabtu malam) berbarengan dengan libur kerja keesokan harinya. Mereka ini biasanya mengambil homebase didaerah bundaran air mancur Sudirman yang kemudian biasanya juga akan bergerak ke daerah seputaran Thamrin-Sudirman.

Berkelompok adalah salah satu alternatif dalam bersepeda di malam hari seperti di ibukota Jakarta. Mengingat jalan yang sangat “tidak bersahabat” dan penuh resiko kalau dilakukan dengan sorang diri. Lain halnya memang bila Jakarta keadaannya masih seperti di jaman Belanda yang masih sangat lengang hanya ada satu-dua mobil yang melintas. Tapi apa iya…kita mau kembali ke jaman Belanda lagi! :mrgreen:

Ahh…aku jadi teringat dengan kunang-kunang. Ya..kunang-kunang di malam hari…begitu indahnya! Entah kapan aku melihat kunang-kunang terbang berkelap-kelip dengan sinarnya yang begitu romantis itu. Di malam hari yang sunyi sepi hanya terdengar suara jangkrik dan di sinari cahaya rembulan yang menghangatkan dinginnya malam itu. Semoga suatu saat nanti “aku bisa menciptakan” kunang-kunang itu bersama teman-temanku yang lain mengayuh sepeda di kegelapan malam…menembus impian diseputaran kampungku πŸ˜‰

Buat bro n sis yang pernah punya pengalaman “night ride” (pake sepeda ya…bukan pake motor apalagi tank… :lol:) bisa donk di share pengalamannya disini! πŸ˜‰

Happy gowes and happy blogging all !

Ket: gbr 1

84 thoughts on ““Kunang-kunang” di Malam Hari

  1. Btw, gambar 2nya itu lokasinya di Indo kah? Hmmm, dari suasananya (dan marka jalannya) kok mirip banget sama di Belanda ya? hehehe πŸ™‚ Kalau di Belanda jalan yg seperti itu memang khusus buat sepeda tuh, jadi aspalnya dicat warna merah πŸ˜›

    Kunang-kunang, kapan ya terakhir aku melihatnya? Sudah bertahun-tahun banget deh, sewaktu kecil dulu, hahaha

    • kalo soal gambar aku ambil dari google…jadinya gag tahu persis dimana lokasinya πŸ˜€
      memang kalo di LN udah diatur ya tatakotanya dengan sangat baik termasuk jalur utk pesepeda…

      aku juga dah lama sekali gag lihat kunang2 πŸ˜€

  2. andai saja saya bisa naik sepeda, kayaknya mau tuh sepedaan malam2
    lebih sedikit juga kali ya polusinya dibandingkan sore?

    kunang2? aku ingat, terakhir lihat waktu mudik taon lalu hehehe …. ada di halaman rumah mertua πŸ˜€

    • lebih enak lagi kalo gowes malamnya didaerah pedesaan…lebih terasa banget kesannya πŸ˜€
      kalo soal polusi sptnya sama aja kali ya kalo di kota…gag siang, sore atau malam…
      aku dah lama banget gag nemuin kunang2…apa didaerahku udah punah kali ya πŸ˜€

  3. Hari minggu pagi kemarin saya bersepeda dgn dua orang teman. Jaraknya sekitar 15 kilo. Kadang kami juga bersepeda malam-malam. Berangkat jam 7, bersepeda dan nongkrong2, lalu baru pulang sekitar jam 11 malam, hehe…

  4. satu tahun yang lalu saya pun sering bersepeda, JJS keliling kampus rame2, boncengan :D. sampai ada kejadian tragis ba’da isya, keserempet motor. kadang digonggong dan dikejar2 anjing. he.. suka duka peseda. πŸ™‚

  5. ditempat saya yang ada anak-anak yang suka atraksi sepedah BMX gitu Bang. kalo saya sendiri sih jarang naik sepedah malam. takut nabrak, kan sepedah gak ada lampunya. he.he . . . πŸ˜†
    Happy gowes Bang…. Tetap semangat. πŸ˜‰

  6. Melangkahkan kaki sedikit ke depan rumah, akan dijumpai banyak kerlip kunang-kunang di sana.

    Waktu kecil, ini jadi jurus ampuh biar saya ga ke luar rumah di malam hari. Katanya, mereka adalah jelmaan *kukunumaot* πŸ˜€

  7. di kota (kecil) ku ada komunitas pesepeda..jadwal mereka gowes kalo tdk kamis malam ya minggu pagi,mereka komunitas fixie.kotaku tdk sprti jkt, jd mau bersepeda kapan pun suasananya aman :mrgreen:

  8. Aku belum pernah punya pengalaman ngegowes malam hari, Ben. Tapi suka banget dengan kunang-kunang. Karena rumah waktu kecil di dekat sawah dan banyak sekali kunang-kunang yang beterbangan di halaman rumah. Sekarang sudah tidak ada..

  9. Ping balik: Menembus Malam Putih «

  10. wah kunang-kunang, sudah lama banget saya tidak melihatnya. Padahal setiap dua minggu saya pulang ke kampung halaman di desa. Namun jarang banget menemui kunang-kunang.

    night ride? hemm pernah ga ya?.. mungkin pernah sih, cuma bukan karena ingin gowes, tapi memang ada perlu dan kendaraan yang ada adalah sepeda. Tapi sudah lupa kapan itu, mungkin ketika aku masih SMP dulu.

  11. Wah kalau di Indonesia, mungkin agak takut untuk sendirian bersepeda di dini hari/malam hari. Dulu ketika Ibuku masih muda, beliau sering bersepeda dini hari dengan teman-teman sepedanya. Kata beliau lalu lintasnya lebih tenang jadi lebih leluasa. Kalau di sini banyak sekali yang suka bersepeda di pagi dini hari, sendirian atau beramai-ramai. Karena ada jalur yang nyaman untuk pemakai sepeda, jadi bersepeda lebih nyaman. πŸ™‚

  12. Di Malang, jarang sekali langit cerah di malam hari. Kunang2 … nggak ada. Soalnya gedung-gedung UIN Malang sudah menggerus habitatnya. Sementara bersepeda, wah… Saya mikir gimana ya supaya bisa beli itu sementara saya nggak punya uang sebanyak harga sepeda… 😦 Salam kenal! πŸ™‚

  13. masih ada warung yang steril rokok ternyata, saya sukaaa. πŸ™‚

    bersepeda malam hari alternaif olahraga yang bagus, cuci mata, berkeringat, dan tidak terpapar sinar mentari. πŸ˜€

  14. wih udah gak inget kapan terakhir kali liat kunang2… menurutku hewan itu kayak keluar dari buku dongeng. a little too beautiful to be true. pengen liat lagi, tapi dimana ya adanya, selain di kuburan? πŸ˜›

  15. Biasa pake sepeda di siang hari, soalnya sepeda gak ada lampu kayak kendaraan roda empat atw roda dua. Tapi denger cerita agan, kayaknya asyik juga…

  16. bersepeda malam hari..pernah tempo dulu waktu masih sekolah. Kayaknya gak sempat utk menikamti pemandangannya..lha sdh ngeri bin takut duluan melintasi jalan sepi yg kanan-kiri rimbun pepohonan dan tanah ksong…hiiii

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s