Aku Rindu – Pantai Tirtamaya


Hallo bro & sis…!

Kali ini saya akan kembali merekam jejak ulang memori saya akan suatu tempat yang pernah saya kunjungi. Tempat yang selalu menjadi ingatan saya adalah Pantai Tirtamaya, sebuah pantai yang terletak tidak jauh dari Desa Lombang kecamatan Juntinyuat- Indramayu. Pengunjung biasanya akan melalui jalan Karangampel – Indramayu untuk mencapai tempat wisata ini.

Saya begitu familiar dengan tempat wisata ini karena almarhum ayah saya adalah asli dari Desa Lombang kecamatan Juntiyuat – Indramayu yang jelas-jelas lokasinya sangat dekat dengan Pantai Tirtamaya. Saya dulu biasa menjangkaunya bukan dari gerbang utamanya melainkan dari sisi bagian lainnya. Oh ya…karena banyak dari saudara almarhum ayah saya yang bekerja sebagai nelayan dan mempunyai perahu motor maka saya biasa mencapai Pantai Tirtamaya dengan menggunakan perahu motor saudara saya. Perahu nelayannya itu sendiri bermesin diesel dan tidak begitu tinggi antara kedua sisinya sehingga bila mengarungi lautan yang luas tangan saya sering memerciki air di lautan tersebut. Tempat lokasi dari perahu nelayan tersebut ada disebuah muara yang terletak kurang lebih 5 km dari pantai Tirtamaya. Perahu nelayan saudara saya juga biasa ditambatkan disini.

Desa Lombang yang merupakan wilayah dari Kecamatan Juntinyuat kabupaten Indramayu merupakan tanah kelahiran dari almarhum ayah saya. Namun seiring dengan gejolak ingin maju dari almarhum ayah saya memaksanya untuk hijrah ke Jakarta menimba ilmu dan akhirnya mempersunting seorang gadis Bogor (ibu saya) yang waktu itu tinggal di Jakarta untuk menjadi istrinya. Faktor inilah yang kemudian menyebabkan aku selalu diajaknya berlibur kesana bila musim liburan sekolah tiba.

Seiring dengan waktu yang terus berjalan, aku memang sudah lama sekali tidak main ke tempat wisata Pantai Tirtamaya ini. Ingin rasanya kembali kesana lagi bersama dengan istri tercinta (waktu main ke pantai Tirtamaya, aku masih kecil-kecil tarulah SD waktu itu….udah lama banget ya !). Ya…aku sebenarnya ingin mengajak istriku tercinta yang merupakan belahan jiwaku untuk pergi kesana apalagi dia juga belum pernah main kesana. Tapi kan kalau mau kesana harus punya kendaraan pribadi roda empat tentunya ya. Aku dirumah (alhamdulillah) baru punya 1 motor dan sebuah seli cantik, apa pakai motor aja ya, berdua-duaan pergi kesana….! Aihh ….so sweet !

Namun sayangnya wisata Pantai Tirtamaya sejak dekade tahun 1990-an terkena bencana alam yaitu bencana abrasi air laut yang menyebabkan wilayah pantainya terkikis oleh ombak laut dan sebagian besar lahan yang menjadi bagian dari obyek wisata Tirtamaya itu sudah berubah bentuk menjadi laut. Sejumlah fasilitas wisata berantakan. Puluhan pohon peneduh pun satu persatu bertumbangan karena akarnya tergerus ombak laut

Sumber dan gambar dari sini

55 thoughts on “Aku Rindu – Pantai Tirtamaya

  1. Pantainya bagus banget.Saya sangat suka pantai.
    O ya, itu batu-batu di pinggir pantai kok bisa rapi banget berjajar kaya sengaja berbaris? memang ada di sana secara alami atau diletakkan orang untukmengurangi abrasi ya?

  2. baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssssssssss….
    tapi jauh bgt di Indramayu😥
    kapan2 klo kesana ajak2 yah….
    coz rencana tahun ini mau sowan ke bandung… ntar ajak aku puter2 ke pantai ini yah kakaknya🙂

    salam kenal

  3. Bens, ke sananya pakai motor saja dgn istri tercinta, lebih asyik khan jadi kayak pacaran lagi😀

    pantainya cantik sekali ya, yang foto pertama apalagi, kayak pameran batu😉

    salam buat istrimu ya Bens😉

  4. Emang Mbakku belom pernah pulang kampung ya Bang? sekali-sekali emang harus diajak menikmati indahnya pantai Tirtamaya. btw, solusinya gimana ya biar gak masuk angin? naik bus gak bisa ya Bang?🙂

  5. Sayang sekali ya kalau pantai yang indah akhirnya terkena abrasi laut. Dikasih karung sak gitu tujuannya memang bagus sih, supaya abrasi tidak semakin parah, tapi ini juga ada sisi negatifnya karena pantainya jadi kurang “alami” lagi, jadi keindahannya berkurang deh.

  6. Dulu waktu praktek lapangan jaman kuliah, pernah mengobservasi abrasi pantai Tirtamaya tahun 1993. Dan memang profil pantainya secara alam akan mengalami abrasi yang cepat, makanya dibuatkan brojong2 penahan abrasi, sebuah pengalaman yang tak terlupakan untuk studi pantai & pelabuhan.

    • iya bener sob…jaman sya kecil itu pantai masih bagus lho…spt pantai marina Ancol…banyak pohon2 dan juga tempat2 istirahat
      yang cukup nyaman…tetapi sekarang yg saya ketahui dari inet ternyata abrasinya demikian menyeramkan sehingga mampu
      merangsek terus ketepiannya….
      mungkin ada pengaruhnya juga dari pemanasan global ya….

  7. Saya jadi teringat Pantai Teluk Penyu di kota asal saya, Cilacap. Memang mungkin tidak serapi dan sebersih pantai lainnya… tapi debur ombaknya kenceng, keras, dan sangat khas😀 Semoga liburan ini bisa ke sana ah…

  8. pantai tirtamaya yg indah itu sekarang kurang ber kembang dari segifasilitas,keamanan,terlalu banyak premanisme jd pengunjung merasa enggan datang lg,semoga pemegang /pengelola pantai tirtamaya harus di tingkatkan lg fasilitasnya….

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s