Ahh…Jayagiri !


Sayup-sayup saya mendengar sebuah lagu lawas Bimbo yang berjudul “Melati Dari Jayagiri” dari tetangga sebelah rumah. Begitu merdu dan syahdu sekali. Akhirnya karena sayapun ingin mendengar lagu ini lebih nyaman memaksa saya untuk googling dan kemudian mendonlotnya. Entah ya….lagu ini selalu mengingatkan pada saat dimana saya masih menyandang baju kebesaran sebagai mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di kota Bandung. Sayangnya, “melati” itu tak dapat saya dapatkan disana melainkan di ibukota Jakarta dimana saya tinggal.

Jayagiri yang merupakan salah satu wanawisata yang berada di Bandung Utara merupakan salah satu objek yang cukup disukai oleh para petualang alam terutama sekali anak-anak muda/mahasiswa. Apalagi kalau mau menginjak pergantian malam tahun baru, disana ramai lho dengan para penanjak. Ya…Jayagiri memang banyak menawarkan sensasi alam pegunungan yang ciamik. Disana kita akan mendapatkan hutan tanaman campuran yang terdiri dari hutan pinus, puspa dan sebagainya.

Sewaktu saya masih menuntut ilmu di kota Bandung, saya sering sekali jalan-jalan ke Jayagiri bersama teman-teman satu angkatan. Waktu itu biasanya saya juga mengajak teman-teman cewek yang lainnya (biar nggak garing-garing banget nanti kalo udah nyampe puncak….). Tapi begitulah resikonya kalau ngajak teman cewek nanjak, kita musti sabar jalannya dan juga harus bisa mengayomi mereka pada saat nanjak (ini justru yang ditunggu-tunggu ya……ehmmmm… #plaks1). Kalau acara nanjak kita berlangsung dalam cuaca terang (pagi/siang hari) biasanya memang teman cewek banyak yang mau ikut serta, lain halnya kalau acara nanjaknya pada cuaca gelap (malam hari) mereka (baca: cewek) pada menolak dengan halus ajakan kita. Padahal sich saya ngarep banget lho mereka mau ikut…..ehmmmmmm…#plaks2

pict disini

Melihat pict diatas (sorry ya….minjem dari orang pict-nya) rasanya tidak ada yang berubah dari Jayagiri ini. Kalaupun mungkin ada yang berubah paling orang-orang yang menjaga pintu masuknya, ada mungkin orang yang dahulu saya lihat, sekarang mungkin sudah tua atau mungkin saja sudah tidak ada lagi alias RIP. Oh ya…sebelum pintu gerbang masuk ini dulunya ada warung kecil (<100 m), dimana saya dan teman-teman biasanya membeli sesuatu cemilan ataupun juga sekedar ngupi-ngupi disana. Oh ya…pelayannya seorang gadis manis lho…..ehmmmm…#plaks3

pict disini

Buat sahabat bloggers yang belum tahu, Jayagiri ini adalah wanawisata yang berupa “jalan setapak” yang nantinya akan mengarahkan kita kepada Gunung Tangkuban Perahu. Ya…..Jayagiri berada disisi dari Gunung Tangkuban Perahu. Bila anda memakai rute Jayagiri ini anda tidak akan dikenakan biaya lagi bila sampai nanti di puncak Gn.Tangkuban Perahu (lha wong posnya ngga ada….khan ini jalur “tikus”). Tapi buat mereka yang memang tidak terbiasa jalan kaki dan memang semata-mata ingin menikmati panorama Gn. Tangkuban Perahu anda bisa melalui jalur utama (jalan hotmix….halus banget dech dan tentunya assoyy geboy kalau pakai kendaraan bersama keluarga tercinta tentunya)

pict disini

Bunyi terompet dari bocah-bocah kampung tiba-tiba memutuskan imajinasiku akan keindahan dari Jayagiri. Beberapa jam lagi tahun akan berganti, namun rasanya tidak ada yang berubah dari Jayagiri…alamnya yang indah…bau tanah pegunungan…suara burung yang kerap terdengar……Ya Rabb, terimakasih atas semuanya ini.

26 thoughts on “Ahh…Jayagiri !

  1. Wah.. kenangan indah seorang backpacker nih Ben..

    pantesan seorang temanku yang asal Bandung juga suka banget menyanyikan lagu Melati dari jayagiri-nya Bimbo.Rupanya memang sebuah tempat yang sangat menarik dan penuh kenangan bagi para pendaki gunung dan pecinta alam ya…
    Jadi pengen juga ke sana nih..

  2. Aku pernah sekali hiking di Jayagiri; waktu masih mahasiswa semester 1 tuh, dan itu pun setengahnya “dipaksa” ikut oleh senior, wkakakaka😆 Acaranya asyik sih, tapi capek juga ya mendaki sampai atas Tangkuban Perahu gitu, hehehe🙂

  3. MasyaAllah Tabaarakallahu Ta’ala..
    tak bisa digambarkan dengan kata-kata, ini sesuatu sekali🙂
    aura asri dan nyamannya keluar ^^ fufufu~
    keren perjalanannya… *jalan kaki =D

  4. Di sebelah kiri di warung kecil itu, biasanya banyak dijual gorengan bakwan dll, ambil nafas dulu sebelum masuk arena.
    Tdk usah khawatir kehabisan minum, banyak mata air alami mengalir dari celah tanah. Memang seru jalan ke sana, lanjut k Tangkuban Perahu manteb bgt.

  5. Baru tau tentang jayagiri ini, Bens…dan sukses bikin saya penasaran pengen kesana buat mencapai Tangkuban Perahu pake jalan tikus…
    Jalan hot mix mah udah biasa kali ya, sensasi jalan di jalan setapak memang beda. Mau pagi atau malem, sama kok asyiknya, apalagi kalo ditemenin sama orang tercinta…*plaks😀

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s