Indonesia dan Olimpiade


Olimpiade merupakan impian setiap atlet dari berbagai negara diseluruh dunia. Inilah wadah tertinggi yang menjadi tolak ukur dari puncak prestasi seorang atlet yang nantinya berimplikasi terhadap harumnya sebuah negara (selain atletnya menjadi terkenal). Level tertinggi memang disematkan pada ajang ini (baca: olimpiade) karena setiap kurun 4 tahun sekali atlet berprestasi dari penjuru dunia saling berlomba dan berkompetisi menunjukkan kehebatannya satu dengan yang lainnya. Tak jarang dalam setiap Olimpiade lahir atlet-atlet yang melegenda karena pencapaian medali emasnya yang didapat dalam satu atau beberapa olimpiade yang diikutsertakannya.

Tahun depan atau tepatnya 27 Juli – 12 Agustus 2012 kota London akan menjadi host dari Olimpiade modern yang ke-30. Kota London berhasil mengalahkan kota-kota lainnya seperti, Madrid, New-York, Paris dan Moskwa. Ini merupakan kali ketiga kota London menjadi tuan rumah Olimpiade setelah tahun 1908 dan 1948 silam. Pada penyelenggaraannya nanti 26 cabang olahraga akan dipertandingkan (lebih sedikit dari 28 cabang olahraga pada olimpiade terakhir di Beijing-China karena dua cabang olahraga yaitu bisbol dan sofbol dicoret oleh IOC)

Momentum kebangkitan olahraga kita (baca: Indonesia) dengan menjadi juara umum pada Sea Games 2011 yang baru saja usai tentunya haruslah kita jaga dan tumbuh kembangkan terus menjadi prestasi yang lebih tinggi lagi. Sasaran jangka pendek atlet-atlet kita kedepan tentunya Olimpiade yang sudah didepan mata karena hanya tinggal beberapa bulan lagi pelaksanaannya. Tunjukkan bahwa kita menjadi juara umum di Sea Games lalu bukan karena faktor tuan rumah semata namun karena prestasi olahraga kita yang memang sudah berada dijalur yang benar. Pada Olimpiade London mendatang tentunya kita juga harus realistis dengan cabang olahraga yang akan kita ikut sertakan. Cabang-cabang olahraga yang memang berpeluang untuk mendapatkan medali (emas, perak atau perunggu) tentulah harus lebih diprioritaskan karena selain menghemat anggaran yang akan keluar nanti dan tentunya juga tidak membuat “aib” bangsa ini. Masak sich kita tega mengirim cabang olahraga yang nantinya hanya akan menjadi bulan-bulanan dari negara-negara lain.

Untuk sekedar ‘warming-up’ buat atlet-atlet kita yang akan berlaga pada Olimpiade London 2012 mendatang, dibawah ini ada beberapa fakta menarik tentang negeri kita Indonesia dalam mengikuti ajang olimpiade :

1. Olimpiade Helsinki (1952). Inilah olimpiade pertama yang diikuti oleh Indonesia hingga selanjutnya kita tak pernah absen dalam setiap even olimpiade (kecuali 1980 di Moskwa)

2. Olimpiade Moskwa (1980). Akibat perang yang lancarkan Uni-Soviet terhadap Afghanistan menyebabkan beberapa negara besar seperti AS memboikot olimpiade ini tak terkecuali juga dengan Indonesia.

3. Olimpiade Seoul (1988). Kali pertama Indonesia mendapatkan medali (walaupun ‘hanya’ perak) dari cabang olahraga memanah melalui trio srikandi Lilies Handayani, Nurfitrie Saiman dan Kusuma Wardhani

4. Olimpiade Barcelona (1992). Untuk pertama kalinya lagi Indonesia berhasil mendapatkan medali emas (2 buah) dicabang yang baru pertama kalinya juga dipertandingkan di olimpiade yaitu bulutangkis. Tidak main-main lho, kita berhasil menyandingkan emas tunggal putra/putri lewat Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Pada momen ini saya “beruntung” (walau hanya lewat layar kaca) menjadi saksi sejarah kehebatan Susi Susanti dalam meraih emasnya. Pada saat pengalungan medali emas yang dilanjutkan dengan seremoni lagu kebangsaan Indonesia Raya shooting kamera begitu jelas menggambarkan keharuan yang begitu mendalam dari srikandi kita ini. Air mata seperti turun begitu saja membasahi kedua pipinya….dan saya juga tak kuasa menahan keharuan ini

5. Olimpiade Athena (2004). Indonesia kembali meneruskan tradisi emasnya di olimpiade dengan pencapaian pebulutangkis Taufik Hidayat yang berhasil menjadi juara tunggal putra. Dua perunggu juga berhasil didapat dari bulutangkis lewat tunggal putra Sony Dwi Kuncoro serta ganda putra Flandy Limpele/Eng Hian. Cabang lainnya yang turut menyumbang medali adalah dari angkat besi lewat atlet Raema Lisa Rumbewas (perak) yang turun di nomor 53 kg.

Itulah rangkuman beberapa fakta yang telah ditorehkan atlet-atlet kita di Olimpiade. Anda mau menambahkan…dengan senang hati tentunya πŸ˜‰

Bravo olahraga Indonesia….jayalah negriku !

Sumber: id.wikipedia.org./

42 thoughts on “Indonesia dan Olimpiade

  1. Bravo!!!
    semoga saja ini benar sob, indonesia menang pada ajang SEA GAMES kemaren bukan karena faktor tuan rumah tapi prestasinya..

  2. mnurut gue di olimpiade london ini indonesia kagak bisa meraih tradisi emas lg bro =,=..soalnya cabor andalanya yaitu badminton prestasinya udh mnurun..contoh terakhir di china super series yg brakhir baru” ini aja indonesia gak bisa meloloskan satupun wakilnya ke partai puncak =,=..

  3. Saya nggak bisa menambahkan Bens, saya hanya ingat betapa bangganya saya waktu Alan Budikusuma dan Susi Susanti mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Barcelona…
    πŸ™‚

  4. dulu byk atlit bulutangkis asal kota kelahiranku kudus, kayak eddy hartono, hastomo arbi atau liem swie king, krn di sana ada Djarum yg melatih khusus utk itu, nggak tahu skrg ya

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s