PR SMP


Bismillah….

Lagu pembuka dari Ada Band “Yang Terbaik Untukmu” membuka postingan saya kali ini, sebuah lagu yang sangat saya sukai karena mengingatkan saya akan sosok seorang ayah yang begitu saya kagumi. Dia adalah seorang guru sekaligus Bapak kepala sekolah yang sangat bersahaja buat saya anaknya. Sayang ayah saya sekarang sudah tiada, meninggalkan kami anak-anaknya๐Ÿ˜ฆ ingin rasanya suatu ketika (entah dimana) saya berkesempatan melihat ayah saya kembali….Ah, sudahlah koch saya jadi curhat tentang ayah saya ya…:-(

OK, sekarang saya mau menyelesaikan peer dari ukhti Niefha soalnya bu guru yang satu ini kelihatannya agak “killer” nich…:mrgreen:. Waktu jaman dulu saya bersekolah di SMP 139 Perumnas-Klender sebuah sekolah yang lumayan favorit saat itu. Tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya, kira2 berjarak kurang dari 500m. Sekolah saya waktu itu bersaing ketat dalam hal prestasi dengan SMP 213, sekolah inipun menjadi banyak incaran dari para ortu untuk menyekolahkan anaknya. Memang di Prumnas-Klender sendiri dua sekolah inilah yang menjadi magnet karena selain lokasinya yang berada didalam perumahan juga kualitasnya yang OK. Semalam saya iseng2 nanya sama engkong Google tentang sekolah saya ini, wow….ternyata sekolah saya sudah mempunyai website sendiri dan yang membuat saya senangย  sekolah saya sekarang sudah menjadi sekolah unggulah di Prumnas Klender………ehmmm,

Bicara tentang kesan pada waktu SMP saya agak bingung juga nich, mengingat karena saya anak yang pemalu dan sedikit pendiam (tapi alhamdulillah nggak blo’on lho ). Ok dech, saya coba mengingat kembali kesan apa yang pernah saya alami sewaktu di SMP dulu. Untung dari ukhti Niefha hanya diminta 5 kesan kita sewaktu di SMP dan inilah memori saya:

1. Ingat sewaktu di Mos dulu ada kakak senior (waktu itu dia kelas 2-nya) face-nya mirip banget sama Dina Mariana, itu lho artis jadul yang punya tahi lalat didagunya, cakeep banget. Saya paling senang kalau Mos “dikerjain” sama dia, soalnya khan saya bisa berlama-lama melihat wajahnya. Sampai sekarang saya masih ingat aja tuh sama wajahnya, sayang saya sudah lupa dengan namanya. Kalau dilihat dari warna kulit dan penampilan memang terkesan kakak senior ini orang berada sangat berbeda dengan saya. Kalau ada peribahasa bolehlah disebut “bagaikan pungguk merindukan bulan”…..

2. Pelajaran kesenian, waktu itu kami disuruh menyanyikan sebuah lagu (terserah apa saja…). Satu persatu kami dipanggil kedepan kelas untuk menyanyikan sebuah lagu, kemudian tiba giliran saya. Waktu itu saya memilih lagu “legendaris” nasionalisme yaitu “Syukur”. Pada awalnya begitu syahdu dan cukup masuk suaranya, namun pada melodi yang agak tinggi suara saya tiba2 melengking keras (catat ya, saya khan bukan Whitney Houston, ataupun Celine Dion lho…..), suara saya habis…….hingga dalam hitungan detik kemudian seisi kelas pada tertawa terbahak-bahak (termasuk bu gurunya dechย  ), wajah saya merah padam waktu itu, maluuuu banget.

3. Pelajaran elektronika, waktu itu memang saya dapat jatah piket kebersihan. Entah mungkin ada persoalan dari rumah yang dibawa ke sekolah atau memang nich guru tensinya lagi tinggi kali ya….melihat ada sesuatu yang kurang bersih didalam kelas langsung petugas piket disuruh maju kedepan kelas oleh guru killer ini. Setelah basa-basi sedikit, nggak lama kemudian papan penggaris kayu mendarat dipipi kami masing-masing (waktu itu ada 4 orang termasuk saya)….cepret…cepret….masing2 dapat sekali ‘tandatangan’. Panas sekali rasanya pipi saya sesudahnya….Inilah peristiwa kedua yang memalukan buat saya didalam kelas

4. Ada teman sekelas cewek (cewek lagi nich……) yang encer banget kalau ngerjain soal2 matematika. Saya mengaguminya karena selain pintar face-nya juga kayak artis Risty Tagor lho….! Rupanya kekaguman itu bukan milik saya semata dech, soalnya guru matematika saya juga nampaknya kagum dengan muridnya yang satu ini. Saya nggak mau menyebut nama disini nanti ke-geeran lagi orangnya

5. Pertandingan OR, waktu itu diadakan pertandingan sepakbola melawan kelas yang lain, saya yang memang hobi bermain sepakbola masuk didalam tim inti waktu itu. Seingat saya waktu itu posisi yang saya tempati adalah gelandang bertahan. Namun sialnya dalam pertandingan sore itu saya membuat gol bunuh diri (own goal= og.). Teman-teman saya sepertinya pada kesal waktu itu, beruntung sekali hasil pertandingannya tidak membawa kekalahan buat kelas saya. Nggak terbayang dech rasanya kalau sampai kalah gara2 hasil gol bunuh diri saya

Alhamdulillah peer-nya selesai juga, maaf bila kesan saya selama di SMP minim prestasi yang dibanggakan. Ok…untuk selanjutnya buat sahabat blogger yang belum kebagian dengan peer SMP ini, saya persilahkan saja untuk membuatnya (dengan hati yang ikhlas dan senang ya….)

40 thoughts on “PR SMP

  1. Jiah pas MOS ada kakak cakep juga ternyata… sama aja kaya’ MOS saya dulu:mrgreen: Memang kalau ada kakak kelas yang kaya’ gitu jadi betah ikut ospek… mau dikerjain kaya’ gimana juga tetap seneng๐Ÿ˜› #plak

  2. Wah, guru elektronikanya itu “kejam” bener ya. Kalau di SMP-ku, seingatku guru SMP-ku nggak ada yang main fisik deh. Paling cuma memarahi dan menghukum murid saja๐Ÿ˜€

    Kalau MOS di SMP-ku sih nggak ada deh yang ngerjain-ngerjain gitu, hahaha

  3. Wah, saya suka kenangan nomor 2. Jadi ingat sesuatu juga tentang kehabisan suara dan ditertawakan…:mrgreen:
    Pasti rasanya maluuu sekali… (waktu kejadian saya, saya bingung muka saya mau ditaruh di mana)

  4. gurunya sekiller itukah?? harusnya dilaporin kak seto.
    (eh…waktu tu dah ada KPAI blm ya๐Ÿ™‚ )
    btw, salam kenal dan salam ukhuwah blogger
    assalaamu’alaikum

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s