DRAMA 120 Menit


Malam itu 21 November 2011 GBK seperti lautan manusia, tak ada sela sedikitpun untuk kita leluasa bergerak. Baik didalam maupun diluar stadion para penonton rela berdesak-desakan demi melihat tim kesayangan mereka (timnas garuda) melayani duel dengan seteru abadi Malaysia dalam final sepakbola Sea Games ke-26. Terlihat sekali disana baik yang muda dan yang tua, yang gadis maupun yang sudah menjadi ibu-ibu dengan antusiasnya menyambut final malam itu. Tak ketinggalan juga para pedagang makanan/minuman memanfaatkan momen malam itu untuk mengais rezeki dari para penonton yang hadir. Indahnya “kebersamaan” negeri ini pada malam itu. Semuanya bersuka cita dan berharap timnya akan sukses mengalahkan Malaysia dan tentunya medali emas dapat kita raih.

Inilah “euforia jilid II’ yang terjadi dalam dunia olahraga kita (khususnya cabang sepakbola). Harapan-harapan yang setinggi langit yang diamanahkan buat tim kesayangannya agar bisa sukses meraih prestasi. Sementara terkadang kita sering lupa atau bahkan mungkin pura-pura tidak tahu bahwa banyak faktor non-tekhnis yang sangat berpengaruh terhadap prestasi timnas kita sendiri nantinya dilapangan. Berbicara masalah euforia tentunya kita masih ingat akan harapan yang begitu tinggi pada perhelatan piala AFF tahun lalu dimana pada saat itu timnas kita begitu cemerlang dalam final melawan Malaysia di GBK namun akhirnya harus kandas dalam partai tandang di stadion Bukit Jalil Malaysia.

Kembali kepada drama final yang terjadi semalam, timnas kita harus mengakui keunggulan Malaysia lewat adu penalti setelah 2×45 menit berbagi angka 1-1 dan kemudian dilanjutkan lagi dengan perpanjangan 2×15 menit. 120 menit yang sangat melelahkan apalagi sebelumnya di semifinal kita bermain all-out dengan Vietnam. Waktu jeda yang hanya sehari tentunya berpengaruh besar terhadap recovery para pemain timnas di lapangan. Memang sich sama waktu istirahatnya dengan tim Malaysia, namun mungkin disini Malaysia memang lebih siap dalam urusan fisik para pemainnya.

Gol pertama anak-anak timnas (yang terbilang cepat) lewat sundulan pemain center back jangkung Gunawan Dwi Cahyo segera membawa keyakinan impian para suporter akan prestasi timnas malam itu. Namun setelah unggul dengan 1-0 Malaysia perlahan tapi pasti “mengunci” lapangan tengah INA dan beberapa kali mendapatkan peluang yang sangat berarti hingga akhirnya lewat akselerasi dari kapten Malaysia Badrol yang mengirim umpan matang kepada kawannya mampu merobek jala kiper timnas, kedudukanpun akhirnya berubah sama kuat 1-1.

Pada babak kedua permainan anak-anak Timnas jauh lebih baik namun hingga akhir pertandingan skor 1-1 tidak berubah dan harus ditambah extra time 2×15 menit. Nampak pada waktu pertambahan 2×15 menit ini fisik dari anak-anak timnas sudah terlihat lelah sekali begitu juga dengan timnas Malaysia. Alhasil skorpun tidak berubah dan memaksa untuk dilakukan adu penalti. Sayang beribu sayang dalam adu penalti ini timnas belum beruntung hingga akhirnya medali emas sepakbola itupun terbang ke Malaysia.

GBK langsung hening ketika eksekusi kapten Malaysia Badrol tak dapat ditahan oleh kiper Meigi. Sayapun seolah tak percaya dan tak terasa mata ini berkaca-kaca menahan tangis karena sedih dan kecewa. Tepukan kawan saya lalu mengingatkan saya bahwa pertandingan memang sudah usai. “It’s over ! Saya lalupun sadar bahwa inilah pertandingan, ada saatnya dibawah dan ada saatnya diatas. Buat anak-anak muda garuda saya kagum dengan perjuangan anda tadi malam, teruslah berlatih dan berlatih agar kepakkan sayapmu semakin kuat dan kuat mengarungi jagat raya ini. Bravo timnas U-23…..Bravo Indonesia !

Gambar disini

52 thoughts on “DRAMA 120 Menit

  1. Indonesia sebenernya mampu main bagus bahkan menguasai permainan tapi masih sering miss koordinasi,dan masih ada yang terlalu lama ngemut bola

  2. Gak apalah, walaupun kita kalah, timnas garuda U-23 sudah bermain bagus sekali.πŸ™‚ Para pemain U-23 ini saya lihat udah padu sekali, udah menyatu, udah kompak. Faktor kebugaranlah yang menentukan. Gimana gak capek main 90 menit dalam jeda hari yang mepet? 😦 Lagipula kalah kemarin memang lagi apes aja.πŸ˜‰

    Saya harap timnas U-23 ini dan jajaran ofisialnya gak dibubarkan. Semoga PSSI mengerti itu.😎

    • @naya elbetawi….koch cintenye ama bonai…ama bek abdurrahman dong yg cakepan….πŸ˜€

      @riez…kakinya udah berat sob…..gara2 semifinal hr sabtu…:-D

      @Asop…emang kt semlm kurang beruntung aje….next-time kita juara πŸ˜€

      @baju wanita…..ya tetap semangat πŸ˜€ blognya ssh dibuka ya….:-D

      @abi_gilang…keep blogging juga sob πŸ˜€

  3. hhoreee,,, saya tetep bangga dengan timnas kita semalam,,
    luar biasa mereka. Penghargaan buat mereka tak harus selalu dinilai dari hasil akhir, tapi selayaknya dari semua proses dan usaha yang telah mereka berikan.
    Ke depan, semoga bisa lebih dari yang ini… aamiin

  4. Sayang ya garuda muda kalah😦
    Tapi tak apalah, toh Indonesia sudah memberikan yang terbaik.
    Mungkin memang belum saatnya untuk menang, ini masalah waktu aja kali yaπŸ˜€

    • @Mabruri….benar sob…proses mrk hingga masuk final patut kita apresiasi dgn bijak….. Saya juga bangga dengan perjuangan mereka…πŸ˜€

      @Lia….itu mungkin sugesti mereka biar jala lawan bisa terkoyak….πŸ˜€
      aihh ini gadis smpai hafal sma kiper Malaysia….”handsome” ya….πŸ˜€

      @Zippy….ya lain waktu mungkin kita balas…πŸ˜€

      @Yunie…saya juga bangga dgn timnas…..πŸ˜€

      @Susindra…smoga dilain kesempatan dewi fortuna ada dipihak kita…πŸ˜€

  5. sepanjang jalan dramaga yg biasanya macet jd lengang sekitar pukul 19.30an malam kemarin.. saat memasuki kompleks pun tak kalah sepi, tapi dari tiap rumah ada teriakan dan umpatan silih berganti,, rupanya malam itu smua pada nonton perjuangan timnas.

  6. jadi ingat nobar semalem di Ka Ef Ce
    seru banget..teriak sampe suara serak..
    namun, walaupun kalah, saya bangga U-23 udah bisa sejauh itu..
    saya bangga dengan semangat mereka
    dan sampai kapanpun, saya tetap mendukung TIMNAS NEGARAKU!

  7. @Amel…..bsok2 doa’nya lebih khusyu lagi ya….πŸ˜€

    @Kirman…. saya juga angkat topi buat perjuangan mereka…πŸ˜€

    @Tretan….kapan ya sob…sya juga ngga tahu….πŸ˜€

    @Evan…maksudnya dramaga bogor ya….kalo gitu kt tetanggaan dong…πŸ˜€

    @Pelancong…..saya belum pernah ikut nobar sob…
    setuju sob….walau garuda-ku “tercabik-cabik” saya ttp mendukungnya…πŸ˜€

  8. gue kecewa bgt bro😦..gue bela”in liat sampe selesai sampai gue lupa gak bawa buku ekonomi yg mestinya dikumpulkan hari ini..huehehehe..

    Tapi ya mereka udh brmain maksimal bro..setiap prmainan ada yg menang ada yg kalah..kalo smuanya menang siapa yg kalah ???

  9. Tetap bangga dengan usaha garuda muda semalam mas, mungkin ini hanya faktor keberuntungan saja. semoga dilain kesempatan kita bisa menang menghadapi Malaysia.πŸ™‚

    • @jiahaljafara…jgn maksain dong…hrs ikhlas, ntar ngga dpt pahala lho πŸ˜€

      @niefha….dimana2 mmg pd heboh ya πŸ˜€

      @Nia Angga….peer-nya next-time aja ya….lagi belom mood nich…πŸ˜€

  10. mudah2an memberikan motivasi buat generasi muda tuk jadi pemain jago..anak2 banyak yg termotivasi dkung team garuda..

    salut buat team Malaysia..permainan mereka jga bagus..

    • @yudee… jam terbang mrk kyknya mmg lebih ok sob πŸ˜€

      @niee… bener prediksi kmu Niee, klo ketemu Mlysia kt kewalahan πŸ˜€
      smoga jilid III-nya kita udah angkat trofi ya…:-D

  11. ini pelajaran berharga untuk kita, Tuhan menyuruh kita untuk tetap bersabar pasti ada sesuatu dibalik ini.
    saya juga turut berduka atas 2 korban tewas di GBK.

  12. afterall, walaupun kalah dengan adu penalti setidaknya Garuda Muda sudah memenangkan hati rakyat.. kapan lagi berpuluh juta pasang mata menonton dan mendukung timnya pada saat yng bersamaan..

  13. Namanya pertandingan, pasti ada menang dan pasti ada kalah. Yang penting kita harus dewasa saja menghadapinya. Jangan karena kalah terus mengumbar emosiπŸ™‚ Betul?πŸ˜› *sok bijaksana saya, hahaha*

  14. menang atau kalah kita harus tetap mendukung timnas garuda.
    jadi teringat apa yang disampaikan ferdinan sinaga dalam akun twitternya :
    “jika kalian tidak bisa mendukung kami ketika kami kalah, maka jangan bersorak girang jika kami menang”

    intinya ini sebagai pembelajaran timnas kita untuk semakin memperhatikan setidaknya kualitas 3 hal.
    1. pemain
    2. kompetisi
    3. pengurus

    semoga timnas garuda semakin berjaya… go go timnas!!
    btw tulisan yang menarik bens ..

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s