‘Melihat Dengan Dua Mata’


Postingan ini sebenarnya sudah saya konsep pada hari Jum’at yang lalu, mungkin sebuah postingan yang  agak lain dari biasanya. Memang postingan ini lebih berbau agamis, berbeda dengan postingan2 sebelumnya yang cenderung ‘sekuler’. Ya…dalam ‘kesekurelan’ saya, saya adalah seorang muslim yang masih terus belajar dan belajar mencari kebenaran bukan pembenaran dari ajaran islam itu sendiri. Bukankah didalam ajaran kita (Islam) sudah diwajibkan kita untuk belajar sepanjang hayat. Belajar melalui tulisan2 yang bermanfaat, belajar melalui guru2 mengaji kita dan tentunya belajar membaca alam ini. Dalam relevansinya dengan membaca alam ini, kita tentunya berfikir dan tentunya mengiyakan didalam hati kita masing2 kalau alam ciptaan ini amatlah luarbiasa indahnya, begitu teraturnya sehingga mata kitapun akhirnya tak kuasa berlama-lama untuk menikmati keindahan ciptaan-Nya….Subhanallah !

Waktu pertama-tama saya ngeblog sebenarnya sudah pernah juga saya membuat postingan yang ‘agamis’. Coba dech lihat postingan saya ini. Kembali kepada judul postingan saya diatas, ‘Melihat Dengan Dua Mata’. Alloh SWT menciptakan bola mata kita dengan begitu indahnya, dua bola mata yang berfungsi sangat sempurna. Kita bersyukur dengan dua bola mata ini bisa melihat burung yang terbang mengepakan kedua sayapnya, melihat hamparan sawah yang hijau menguning serta melihat bagaimana indahnya matahari pada saat terbenam diujung senja. Entah bagaimana rasanya dengan orang ‘yang kurang beruntung’ yang hanya bisa merasakan keindahan alam ini dari bahasa verbal yang didengarnya dari mulut lawan bicaranya. Tentunya ini semua sudah menjadi rahasia Alloh SWT, dibalik kekurangan orang2 yang tidak sempurna pasti ada kelebihan yang diberikan-Nya.

‘Melihat dengan dua mata’ sebenarnya tak sesederhana yang kita bayangkan karena maknanya begitu luas dan mendalam. Dalam konstektual hubungan bermasyarakat tentunya makna yang hakiki adalah memandang semua individu adalah sama dan sederajat, tak membeda-bedakan antara ‘kasta’ yang satu dengan ‘kasta’ yang lainnya, tak merasa ilmunya lebih tinggi dari yang lainnya, serta tak merasa bahwa dirinya lebih sholeh dari individu yang lainnya.

‘Melihat dengan dua mata’ berarti kita menyadari bahwa kita sama2 diciptakan dari setetes air mani yang kotor dan begitu hina. Kalau kita sadar akan penciptaan kita apalah yang kita banggakan didunia ini. Tentunya dua bola mata akan menangis bila sang empunya berlaku diluar batas-batas yang disyariatkan oleh Sang Khalik. Janganlah kita menunggu kedua bola mata ini semakin lelah dengan kelakuan-kelakuan buruk kita hingga akhirnya nanti kedua bola mata ini benar-benar terpejam dan tak lagi mampu membuka barang sekejappun.

Sumber gbr: http://blogorangerror.blogspot.com

39 thoughts on “‘Melihat Dengan Dua Mata’

  1. judul postingan lu unuk bgt bro,alhamdulillah sampai saat ini gue masih dikasi nikmat buat oleh allah SWT,gue harap pmberian allah ini gak gue gunain buat hal” yg negatif :D,ohhh iya gue jg suka bgt ngliat mata seorang cewek :D,seolah ada pelangi di matanya #eh kok jadi curhat ?

    Dan satu lg prtanya.an gue : lu udh mandi blum bro waktu mbuat ini artikel :mrgreen:

  2. melihat dengan dua mata
    trus bagaimana dengan teman kita yang tidak memiliki mata ya mas..?
    kasihan ya mereka
    kita seharusnya lebih bersyukur akan karunia 2 bola mata ini ya mas.

    • ‘melihat dgn dua mata’…..ini mrpkn sebuah penafsiran sob… 😀
      orang tunanetra mungkin jauh lebih bagus ‘melihat dgn dua matanya’….mata hati dan perasaannya yg selalu menuntunnya ke jalan yg benar….kebalikannya dgn manusia yg normal, yg kerap tak bisa melihat dgn mata hatinya….!

  3. Subhanallah…
    postingannya ringan tapi dalem mas.
    Terimakasih telah mengingatkan akan hinanya diri ini di hadapan-Nya.
    Semoga kita digolongkan sebagai hamba-Nya yang selalu bersyukur. Amin.

        • ehhmm….nich nanyanya ngetes ya…. 😀
          setetes mani disini tentulah didalamnya mengandung berjuta-juta sel telur yang nantinya akan ‘menginap’ dirahim ibu kita selama kurang lebih 9 bulan. Kita bersyukur krn kita adlh salah satu pemenang dari sekian juta sel telur yg ada didalamnya……!
          mohon dikoreksi lagi klo ada pernyataan sya yg kurang pas ya…… 😀

  4. Melihat dengan dua mata, menulis dengan dua tangan, berlari dengan dua kaki, merasai dengan dua hati 😀
    ah, harus meng-klik “Komentar lebih lama →” takut kalau-kalau ada yang sudah nulis komentar yang sama, agak ribet

  5. Dua mata, dua telinga, dan hanya satu mulut. Menunjukkan bahwa kita membutuhkan lebih banyak fasilitas untuk bisa menyaksikan dan mengolah apa-apa saja yang ada di dunia. Semoga kita menjadi manusia yang senantiasa bersyukur dan berpikir, amin 😀

  6. Pencerahan yang indah, Bens…seandainya saja kita selalu melihat dengan mata yang jernih serta mata hati yang juga bersih, dunia pasti akan lebih indah plus jauh dari segala macam peperangan…

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s