Si Botak Plontos Nan Berwibawa


Kalau melihat kepala botak plontosnya saya jadi teringat dengan aktor gaek yang sudah almarhum yaitu Yul Bryner ataupun juga Telly Savalas. Dulu kedua aktor Hollywood ini saya lihat filmya di TVRI (jadi ‘time-machine’nya ceritanya lagi di jaman jadoel nich :-D). Buat kita kalau melihat orang-orang yang berkepala botak plontos tentunya mengasosiasikannya sebagai orang-orang sukses dan tentunya juga smart. Bidang pekerjaannya mungkin ‘lebih cocok’ sebagai bankir (direktur bank), ilmuwan ataupun juga seorang peneliti. Nah, untuk tokoh kita yang satu ini, kepala botak plontosnya bidang pekerjaannya bukanlah apa yang sudah penulis sebutkan diatas, bidang pekerjaannya yaitu sebagai wasit.

Pierluigi Collina begitulah nama wasit botak plontos yang berasal dari negri spaghetti Italia. Dilahirkan pada tanggal 13 Februari 1960 di Kota Bologna-Italia. Dia merupakan salah satu wasit terbaik didunia, mungkin kita masih ingat waktu pertandingan final World Cup 2002 antara Brasil vs Jerman, Pierluigi Collina-lah sebagai pengadilnya. Dan momen yang tidak pernah terlupakan juga (buat saya), yaitu sewaktu Collina memimpin partai final Liga Champions 1999, dimana finalnya pada waktu itu mempertemukan klub favorit saya Bayern Muenchen melawan Manchester united. Mengapa saya ingat akan momen final ini, karena Muenchen sebenarnya nyaris memenangkan final bergengsi tersebut. Tapi ‘bola itu bundar’ benar-benar terjadi, waktu masuk injury time 3 menit… 3 MENIT lho (Muenchen sudah leading 1-0), miracle itu datang kepada MU yg berhasil menyarangkan 2 gol sehingga Muenchen akhirnya menderita kekalahan 1-2 dari MU. Final Nou Camp yang tidak akan pernah terlupakan oleh Bayern Muenchen beserta para pendukungnya termasuk saya tentunya.

Final-final bergengsi yang telah dilaluinya berhasil dipimpinnya dengan sangat baik. Sikap tegas dan tak mengenal kompromi terhadap pemain yang terlihat sengaja ingin mencederai pemain lawannya akan dihadiahinya dengan kartu, begitu pula halnya dengan pemain yang suka melakukan diving…..emangnya gue bego, gampang ketipu, begitu mungkin dalam hati Collina.  😀

Wasit-wasit di Eropa begitu kharismatik mungkin karena banyak dari mereka adalah kaum intelektual. Demikian halnya dengan wasit Piereluigi Collina yang tercatat sebagai alumni Universitas Bologna yang mendapatkan gelar di bidang ekonominya pada tahun 1984. Tentunya timbul pertanyaan dibenak kita, mengapa Collina lebih memilih sebagai wasit ketimbang bekerja sebagai tenaga profesional? Tanyakan saja pada dirinya kawan, jangan pada saya, karena saya bukanlah siapa-siapanya  :mrgreen:

Seorang wasit yang sudah bertugas sejak tahun 1977 ini menderita penyakit alopecia, sehingga rambut dan bulu dikepalanya rontok dan memberinya wajah yang khas. Sayang sejak tahun 2005 Piereluigi Collina sudah tidak aktif lagi dilapangan hijau. Ya tepatnya bulan Agustus 2005 Pierluigi Collina mengundurkan diri sebagai wasit. Setelah pensiun dari wasit akhirnya ‘cita-cita’nya tercapai yaitu bekerja sebagai penasehat keuangan. Ohh…nasibmu botak…indah banget !  😀

Sumber: http://en.wikipedia.org/

63 thoughts on “Si Botak Plontos Nan Berwibawa

  1. Kalo liat Pierluigi Collina mimpin pertandingan saya suka keder sendiri, mukanya serem amat.
    Nggak botaknya, matanya pun tajam banget 😆
    Tapi nasibnya bagus ya :mrgreen:

  2. perihal final liga champion bayern vs MU itu. saya waktu SD. dari dulu sudah menggemari MU dan ingat banget pas final itu saya udah mau tidur lagi karena mengira MU bakal kalah. eh ternyata donk, luar biasa memang, hehe.

    om collina memang sejarah di dunia perwasitan ya. mata nya itu loh gak kuat kalau pas melototin pemain yang protes 😀

    belum ada penggantinya kayaknya mah

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s