Irene Kharisma Sukandar – Pertama untuk Indonesia


Gadis hitam manis ini terlahir dari pasangan Singgih Heyzkel  (ayah) dan Cici Ratna Mulya (ibu) pada 7 April 1992. Memulai mengenal permainan catur pada usia 7 tahun namun karena bakat caturnya yang begitu kuat, pada usia 9 tahun Irene sudah berhasil memperoleh gelar Master Percasi (MP).

Awalnya Irene sempat menekuni dunia tenis meja dimana  ayahnya juga adalah seorang pemain tenis meja. Namun belakangan akhirnya Irene lebih tertarik pada olahraga catur karena katanya lebih mudah memainkannya dan juga olahraga ini dapat meningkatkan tingkat intelegensia seseorang.

Karir Irene di olahraga catur terus menunjukkan grafik yang meningkat. Ini juga tak lepas dari polesan langsung di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA). Di sekolah catur ini Irene digembleng oleh mantan pecatur nasional Ivan Situru yang merupakan seorang Master Internasional (MI). Hasil dari bergurunya di SCUA membawa pengaruh cukup besar dalam permainan caturnya. Kemampuannya sudah sulit ditandingi oleh pecatur wanita lainnya. Kadang, Irene bermain sekaligus ditandingkan dengan pecatur pria hanya untuk meningkatkan kualitas permainan serta mental tandingnya.

Pada tahun 2004 saat turun dalam ajang Olimpiade Catur di Mallorca, Spanyol , Irene berhasil mendapatkan medali perak, dia mengungguli 864 peserta dari 107 negara yang ikut serta didalamnya dan diajang ini pula Irene berhasil menyandang gelar Master Fide Wanita (MFW).

Melihat keberhasilan Irena meraih gelar MFW, bos SCUA yaitu Ir. Eka Putra Wirya (yang juga merupakan tokoh penggila catur), pada Maret 2005 mendatangkan pecatur asal Hongkong yang merupakan seorang Grand Master Wanita (GMW) yakni Anya Sun Corke untuk dihadapkan dengan Irene dalam dwitarung 6 babak di  SCUA Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dwitarung itu memang berakhir imbang 3-3, namun apa yang diperlihatkan pecatur remaja putri masa depan Indonesia ini sungguh layak mendapat pujian. Bahkan Irene dipastikan dapat memenangkan duel itu jika saja dia tak melakukan kesalahan di partai terakhir.

Harapan dan impian dari setiap pecatur yakni meraih gelar Grand Master akhirnya terwujud juga buat Irene. Melalui serangkaian turnamen catur yang ia geluti pada Desember 2008 gelar Grand Master Wanita (GMW) itupun berhasil diraihnya. Suatu kebanggaan bukan cuma buat Irene semata tapi juga bangsa Indonesia karena dialah orang pertama (wanita) Indonesia yang berhasil menyandang gelar GMW.

Diolah dari berbagai sumber

Iklan

28 thoughts on “Irene Kharisma Sukandar – Pertama untuk Indonesia

  1. pengen dong ikut jadi master blog kaya Om Asop. he.he . . .
    Lho kok gak ngoment tentang catur seh? xixixix . . .
    Salam hangat mas . . .

  2. prestasi yang luar biasa bisa mendapatkan medali perak di Olimpiade Catur di Mallorca, Spanyol mengalahkan 108 negara.. Keren, masih muda dan kayaknya cantik deh.. 😀

    kalo catur lawan saya pasti saya kalah telak.. hahaha

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s