Garuda dikepung 3 “Negeri Onta”


Di grup E, Indonesia dikepung oleh tiga raksasa dalam arti sesungguhnya, karena mereka punya postur tubuh yang tinggi menjulang. Jangan minder dengan postur tubuh, lihatlah setidaknya ada 10 pemain sepakbola pendek yang sanggup mengguncang dunia.  Indonesia tetap punya peluang untuk menyelinap di sela-sela kaki mereka. Melawan tiga ‘negri onta’, semoga Garuda masih bisa mengepakkan sayapnya.

Bagaimana peluang timnas Indonesia di grup ini?
sedikit preview tentang mereka yang menjadi lawan kita.

IRAN
Iran (ranking 54 FIFA, ranking 4 di Asia) pernah memiliki pemain yang berkelana di Bundesliga, seperti Ali Daei dan Ali Karimi yang pernah berkostum Bayern Munchen. Walaupun kiprah pemain-pemainnya tak terdengar lagi di Eropa, mereka belum benar-benar menanggalkan status Macan Asia.

Kekuatan Iran
Kekuatan populer Iran saat ini ada di sektor pelatih. Mereka sekarang dilatih Carlos Queiroz, mantan asisten Alex Ferguson, ex-pelatih Real Madrid dan timnas Portugal. Queiroz didatangkan untuk menggairahkan kembali sepakbola Iran yang hampir tertidur. Dia menggabungkan talenta muda Iran dengan beberapa pemain senior, termasuk memanggil kembali Ali Karimi. Queiroz baru menangani Iran dalam 3 pertandingan: (1) menang tipis 1-0 dari Madagaskar, dan (2) dua pertandingan Pra Piala Dunia: masing-masing menang 4-0 (home) dan 1-0 (away) dari Maladewa.

Head to head: Indonesia vs Iran
Indonesia sudah 3x bertemu dengan Iran, plus 2 partai persahabatan. Rekor totalnya: Indonesia imbang 1x, kalah 4x, mencetak 3 gol, dan kebobolan 11 gol. Pertandingan-pertandingan itu antara lain:
1966 – di Bangkok – Asian Games – Indonesia 0:1 Iran
1970 – di Bangkok – Asian games – Indonesia 2:2 Iran
1984 – di Jakarta – Pra Piala Asia – Indonesia 0:1 Iran
2009 – di Teheran – Friendly Match – Indonesia U23 0:5 Iran

2009 – di Teheran – Friendly Match – Indonesia U23 1:2 Iran U23
Peluang Indonesia vs Iran
Indonesia punya rekor yang buruk melawan Iran. Kabar baiknya, Iran sekarang tidak segarang dulu. Di babak sebelumnya, mereka cuma menang 1-0 di kandang Maladewa. Pada 1997, Maladewa pernah kalah 17-0 dari Iran. Membandingkan di atas kertas memang lebih mudah: jika Maladewa (ranking 160 FIFA) cuma kalah tipis 1-0 di kandangnya, Indonesia bisa berharap dapat hasil yang lebih baik. Kalah saat away bisa saja wajar, tapi mencuri satu poin saat main di kandang masih rasional kan? Semoga Iran meremehkan kita, dan kita bisa memukul balik! Satu poin, bisa?

BAHRAIN
Bahrain (ranking 100 FIFA) belakangan menjadi kekuatan baru di Kualifikasi Piala Dunia. Mereka hampir lolos ke Piala Dunia 2006, kalah di play-off vs Trinidad & Tobago, dan hampir lolos lagi ke Piala Dunia 2010, kalah play-off dari Selandia Baru. Sepakbola mereka mulai berkembang pesat sejak jadi semifinalis Piala Asia 2004.

Kekuatan Bahrain
Sekarang Bahrain dilatih oleh Peter Taylor, ex pelatih timnas U21 Inggris. Dan kekuatan yang paling diandalkan Bahrain adalah, kolektivitas tim yang dibentuk oleh pemain-pemain yang sedang berada di usia puncak. Skuad Bahrain saat ini dihuni oleh pemain dengan rata-rata usia 23-26 tahun. Pemain di usia seperti ini unggul dalam hal power dan stamina. Namun mereka tidak bermain sejak Piala Asia Januari 2011 lalu. Bahrain tidak ikut babak kualifikasi sebelumnya, karena mendapat jatah otomatis di puataran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 ini.

Head to head: Indonesia vs Bahrain
Dalam lima pertemuan, Indonesia punya rekor yang lebih baik melawan Bahrain: 2x menang, 2x seri, 1x kalah, mencetak 7 gol, dan kebobolan 7 gol.
1980 – di Seoul – President’s Cup – Indonesia 3:2 Bahrain
1982 – di Seoul – President’s Cup – Indonesia 1:1 Bahrain
1988 – di Jakarta – Pra Piala Asia – Indonesia 0:0 Bahrain
2004 – di Jinan (Cina) – Piala Asia – Indonesia 1:3 Bahrain
2007 – di Jakarta – Piala Asia – Indonesia 2:1 Bahrain

Peluang Indonesia vs Bahrain
Di era 80an, Indonesia dan Bahrain adalah kekuatan yang sangat berimbang. Namun tiba-tiba mereka punya prestasi regional yang menyalip kita sejak era 2000an. Pada tahun 2005, Bahrain pernah mengalahkan negara yang baru saja kita singkirkan, Turkmenistan, dengan skor telak 5-0. Tapi Bahrain adalah kekuatan baru, dan bisa dimaklumi jika Indonesia, dengan aura GBK di Piala Asia lalu, masih sanggup memanfaatkan kelabilan ‘si anak baru’. Jadi, selalu ada optimisme untuk mengulang kemenangan di Piala Asia 2007, sambil berharap mencuri poin saat laga tandang. Jika Bahrain pernah 2x hampir lolos ke Piala Dunia, jadikan itu motivasi karena kita pernah mengalahkan mereka.

QATAR
Qatar (ranking 90 FIFA), negeri kaya yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Dua kali juara Piala Teluk (1992 dan 2004), tapi termasuk medioker untuk level Asia. Mereka tidak pernah melangkah lebih jauh dari perempatfinal di Piala Asia. Seperti negara Timur Tengah lainnya, Qatar alot untuk ditaklukkan, namun juga tak jarang bisa kalah secara mengejutkan.

Kekuatan Qatar
Sebagai negara kaya yang pandai mengumbar uang, mereka sedang getol dengan program naturalisasi.  Banyak, mereka punya beberapa pemain dari negara tetangga, beberapa dari Afrika, beberapa lagi dari Brazil, dan satu lagi temannya Christian Gonzales dari Uruguay, Sebastian Soria. Nama terakhir ini yang paling menonjol, pemilik 57 caps dan 23 gol untuk timnas Qatar.

Head to head: Indonesia vs Qatar
Indonesia sudah 4x bertemu dengan Qatar: 1x menang, 1x imbang, 2x kalah, 5x mencetak gol, dan 9x kebobolan. Kita selalu bisa mencetak gol ke gawang Qatar.
1986 – di Seoul – Asian Games – Indonesia 1:1 Qatar
1993 – di Doha – Pra Piala Dunia – Indonesia 1:3 Qatar
1993 – di Singapura – Pra Piala Dunia – Indonesia 1:4 Qatar
2004 – di Jakarta – Piala Asia – Indonesia 2:1 Qatar

Peluang Indonesia vs Qatar
Sekarang, pemain naturalisasi Qatar bisa menjadi satu hal yang layak diwaspadai. Namun ada kabar baik, perjalanan Qatar di babak kualifikasi sebelumnya sempat diwarnai kekalahan 1-2 di kandang Vietnam, meski Vietnam kalah telak 3-0 di Qatar. Fakta ini memberi angin segar optimisme, bahwa kita seharusnya juga bisa mencuri kemenangan di kandang, sama seperti Vietnam. Ditambah dengan rekor pertemuan terakhir yang kita menangkan, optimisme ini menjadi rasional. Kalahkan Qatar di kandang kita!

Iklan

2 thoughts on “Garuda dikepung 3 “Negeri Onta”

    • sebelumnya thank’s yach mo mampir di blog saya yang sederhana ini. Saya juga masih junior koch untuk urusan blogging, jadi masih banyak yang harus diperbaiki disana-sini. OK…salam kenal juga dari saya…..have a nice day….!

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s