Film Perjuangan dan Hari Pahlawan


Ada kata-kata yang sangat dalam terlontar dari pemimpin pertama kita, pemimpin yang mempunyai wibawa dan kharismatik sehingga cukup disegani oleh para pemimpin dunia lainnya. “JASMERAH“….”jangan melupakan sejarah“, itulah kata Bung Karno.

Kata-kata diatas sesungguhnya sangat dalam karena mengandung sebuah apresiasi terhadap berdirinya sebuah negara hingga mencapai kemerdekaannya. Dalam proses menuju bangsa yang berdaulat (merdeka) tentunya membutuhkan pengorbanan yang teramat besar dari anak bangsanya. Pengorbanan jiwa dan raga yang tulus dari para pahlawan dalam mengusir pihak kolonialis dari tanah airnya.

Sehubungan dengan hari pahlawan yang sebentar lagi akan kita peringati, sejujurnya saat ini saya rindu sekali dengan film-film perjuangan tempo dulu. Film-film perjuangan dalam mengusir kaum penjajah (biasanya diselipkan juga dengan drama percintaan, misalnya: si gadis masuk dalam sukarelawan medis, sementara itu pasangannya sedang berjuang di medan tempur :lol:) merupakan sebagian dari film yang sangat saya sukai.

Saya masih ingat film “Janur Kuning“, film “Serangan Fajar” ataupun film “6 jam di Yogya” yang dulunya sebelum lahirnya reformasi (1998) begitu sering ditayangkan di televisi.

Sayangnya, sejak reformasi bergulir dan sejak era Menteri Penerangan Yunus Yosfiah film-film tersebut ditarik peredarannya karena dianggap mengandung propaganda dari pihak yang berkuasa saat itu (pemerintah Orba) serta dianggap melebih-lebihkan tokoh Soeharto dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu sendiri.

Buat saya terlepas dari film-film diatas adalah film-film propaganda dari Orba dalam mencekoki pemikiran anak bangsanya saat itu, film-film tersebut sangat baik karena mengandung unsur “Jasmerah”-nya itu, kita bisa melihat bagaimana para pejuang mempunyai tujuan yang sama, yaitu kemerdekaan. Mereka berjuang mengesampingkan ego masing-masing, mereka berjuang daengan darah dan airmata tanpa mempedulikan lagi apa-apa yang mereka cintai.

Buat anak bangsa (termasuk saya tentunya) marilah kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif, hal-hal yang membuat tersenyum dan kebanggaan dari para pendahulu kita. Buatlah airmata para pejuang dahulu menjadi airmata keharuan dan kebanggaan karena melihat anak bangsanya telah membuat negeri ini berwibawa dan disegani oleh negara-negara lainnya.

Terimakasih para pahlawanku….hanya untailah kata inilah yang baru bisa saya sumbangkan buat negeri ini! :(

sumber gambar: http://id.wikipedia.org

About these ads

59 gagasan untuk “Film Perjuangan dan Hari Pahlawan

  1. Bensdoing said:
    JASMERAH“….”jangan melupakan sejarah“, itulah kata Bung Karno.

    Lebih tepatnya:
    “Jangan sekali-kali melupakan sejarah, agar kau tahu dari mana dirimu berasal serta menghargai apa yang telah dilakukan generasi terdahulu pada negeri ini” (Bung Karno)

  2. dulu ada mas bukunya mirip sekali dengan gambar sampul filmnya..
    judulnya merebut kota perjuangan, itu komik yang certanya juga tentang perjuangan merebut kemerdekaan..

  3. betul sekali, kangen juga saya sama film2 begini dan juga lagu2 kebangsaan…keknya sekarang sudah jarang sekali terdengar yah lagu2 kebangsaan kecuali ketika upacara, dulu klu nyanyi lagu ini ikut merinding rasanyaaa….makasih mas sudah mengingatkan kembali utk mengenang pahlawan..jayalah selalu indonesiaku!!

      • iya betul, dulu ada film G30S/PKI lepas benar atau tidaknya seharusnya utk menghargai para pahlawan yah tp sayang film itu ditiadakan skrg malah heboh film hantu2an yg gak jelas tujuan nya apa…..saya jd malu sendiri yah mas krn sampai detik ini saya belum bisa membalas jasa jasa para pahlawan itu

  4. Aku denger dari beberapa teman, ada beberapa produsen film independen yang mengangkat lagi sejarah dalam film, yang katanya film mereka less drama more history. Mudah-mudahan film tersebut bisa muncul dipermukaan, sehingga kegiatan mengenal sejarah bukan lagi jadi hal yang membosankan. :)

  5. Terlepas dari kontroversi dari ‘propaganda’ dari golongan tertentu, sudah seharusnya dibuat tayangan-tayangan sejenis yang memberikan suntikan dan pupuk pada generasi muda dalam mencintai negaranya. Sebab, anak sekarang, jagoan dan idolanya justru tokoh-tokoh fiktif dan kartun yang memberikan pengaruh yang kurang mendidik.

  6. Sejarah sejatinya adalah “wajah penguasa”, jika penguasa berganti maka sejarah pun berganti wajah. Seseorang bisa jadi perampok di era suatu penguasa dan menjadi pahlawan di era penguasa lainnya.

  7. Bener tuh bens.. orba ya tetep sejarah panjang yg sangat berpengaruh pada bangsa ini kan yak.. utg seh masih ada film merah putih. Seharusnya diperbanyak film2 yg mengangkat tokoh sejarah nasional..

  8. iya yah… swear kangen lihat pilm perjuangan diputar lagi di tvri kayak masih kecil dulu. beneran, at least kita mengenal situasinya saat itu.
    klo gak mau ada unsur propagandanya, pemerintah sekarang bikin film lagi lho yg bebas dari propaganda salah satu penguasa.

  9. Kemarin sekolahku ngga pas hari pahlawan ngga upacara tetapi tetap diingatkan ke anak2 di kelas masing-masing peringatan apa hari itu dan tentang makna perjuangan….

    hehe

    salam kunjungan pagi… :D

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YACH......!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s