Masih ingat gag dengan final Liga Champions (1999) yang mempertemukan klub MU dengan Bayern Muenchen? atau final Liga Champions (2008) yang terjadi antara MU dengan Chelsea? Kalo sedikit lupa…saya coba ingatkan dech yach!
Final LC (1999) yang dilangsungkan di Stadion Nou Camp sebenarnya nyaris dijuarai oleh klub Bayern Muenchen ketika itu Manchester United tertinggal 1 gol hingga menit ke 90! Namun keajaiban datang pada MU ketika dalam masa injury time anak-anak asuh Sir Alex Ferguson mampu mencetak 2 gol! Wasit yang memimpin jalannya pertandingan pada waktu itu (Piereluigi Collina) mengatakan bahwa ini adalah pertandingan yang paling dikenang selama karir kepelatihannya.
Oh ya..sebelum MU mencetak gol keajaiban ke kandang Muenchen, beberapa kembang api sudah dinyalakan oleh para fans Muenchen di Stadion Nou Camp dan bahkan pemahat tulisan “Bayern Munich” di trofi LC dan pita dekorasi abu-abu (untuk Munich) sudah disiapkan dan trofi sudah dibawa ke pinggir lapangan. Ketika United mencetak gol kedua, trofi dibawa kembali ke dalam dan dihiasi dengan pita merah-putih untuk Man. United — tulisan Manchester United di trofi agak berantakan.
Bagaimana halnya dengan Final LC (2008) yang terjadi antara MU dengan Chelsea? Final yang dilangsungkan di Stadion Lhuzniki Moskwa ini nyaris dijuarai oleh Chelsea tatkala pada waktu terjadi drama adu penalti. Waktu normal skor tetap 1-1 hingga memaksa ditambah extra time. Namun hasil tetap tidak berubah hingga dipaksa diadakan adu penalti. Dalam drama adu penalti itu seandainya saja sepakan kaki kapten John Terry sempurna tentunya trofi LC untuk pertama kalinya akan digenggam oleh The Blues namun sayang, John Terry sempat terjatuh hingga bola sepakannya tidak sempurna ke arah gawang. Tentang hal ini sobat bloggers bisa baca juga disini.
Melihat dua laga semifinal semalam rasanya keadilan Tuhan terjawab sudah. Kali ini mereka (baca: Muenchen dan Chelsea) mendapat “keadilan” dari Tuhan hingga bisa mengalahkan tim yang sebenarnya lebih diunggulkan untuk masuk ke partai puncak.
Sumber: http://id.wikipedia.org/
dan saya pun sekarang bingung akan mendukung siapa
Bayern Muenchen OK Chelsea juga ngga bisa dianggap remeh
wis lahh aku ndukung juara ne wae hihihhi *maen aman*
dukung yang terbaik aja ya Tiesa…
tapi firasatku lagi2 Muenchen dech yg bakalan juaranya nanti
thx ya !
pertanyaanya Muenchen atau Chelseakah yang akan di payungi dewi fortuna ??
hehe saya berharap chelsea akan membawa pulang tuh trofi LC…
firasat saya sptnya kembali akan menyebut Muenchen sebagai juaranya nanti
Ternyata prediksi akang meleset he he he bukan satu wakil spanyol yang gugur melainkan dua2nya…congrat deh buat yang maju ke final!!
iya kang…kita nikmati aja nanti partai final 19 mei mendatang
Weeeittss, masih tentang bola lagi, Bens?
Kememangan itu susah diramal, sama dengan bulatnya bola, dia bisa masuk ke gawang mana saja tergantung kerja keras, keuletan dan…nasib baik
dan terakhir tentunya faktor dewi fortuna juga ikut mengiringi ya…
memang tidak ada yang bisa menebak takdir Tuhan,.
kita bisa belajar untuk tidak keburu berbangga hati dulu serta terus berjuang hingga akhir dari pengalaman Bayern Muenchen
setuju sama Amel..
thx ya
Masuk akal sob jika dilogikakan seperti itu, tapi jika kita melihat ke depan mungkinkah real madrid mendapat “keadilan itu”
“keadilan itu” akan tetap ada…walau entah kapan bisa didapatkannya
Waktu masih dipegang Ruud Gullit, saya dukung Chelsea. Sekarang, karena Barca gugur, jadi netral. hehe.
Bola memang bundar, nggelinding. Next time better Blaugarana.
iya..bola mmg bundar begitu pula halnya dengan kehidpan yang selalu berputar