Derap langkah kaki itu begitu konstan dan sangat meyakinkan. Sesekali dia menoleh kebelakang sekedar untuk melihat lawannya, sekiranya jarak langkah kakinya akan didekati oleh para lawannya maka dia akan mempercepat kembali derap langkah larinya. Begitulah hingga akhirnya dia sampai pada km 42,195 km dalam waktu 2 jam 27 menit 45 detik. Ya, dialah atlet nasional kita Yahuza, peraih medali emas dalam cabang olahraga atletik di nomor marathon. Suatu kebanggaan tersendiri buat kontingen Indonesia karena berhasil menyandingkan gelar di nomor marathon ini karena di level putri Triyaningsih juga berhasil mendapatkan medali emasnya.
Ada keharuan tersendiri dihati saya melihat sewaktu tibanya Yahuza di garis finish. Melihat dirinya (red: Yahuza) masuk sebagai pelari pertama yang memasuki finish langsung dia berlari menemui gadis kecilnya yang sedang asyik menonton ayahnya berlomba. Dia peluk erat lalu kemudian dia ciumi buah hati tersayangnya, kemudian dia berkomentar, “ini persembahan untuk anakku”,…..beautiful moment ! Ngga terasa air mata saya jatuh juga melihat momen ini.
Medali emas yang diraih atlet Yahuza merupakan medali emas keduanya setelah di Sea Games 2007. Sebenarnya Yahuza sempat dilanda kegalauan tingkat tinggi karena dirinya sudah merasa jenuh dan juga jauh dengan keluarganya. Intinya disini ia ingin mengundurkan diri dari pelatnas, apalagi dengan ditambah akan tampilnya Eduardo Buenavista dari Filipina yang sekaligus merupakan pemegang rekor Sea Games untuk nomor marathon ini. Tapi akhirnya keputusannya untuk mengundurkan diri tidak diambilnya dan siapa sangka atlet yang lahir pada 12 September 1981 ini mampu mempecundangi Eduardo Buenavista sang pemegang rekor Sea Games yang berada melorot diurutan ketiga.
Sumber: http://sport.vivanews.com/
Foto: Antara
Saya juga nonton waktu siaran langsungnya mas. Prestasi yang luar biasa. Turut senang dengan kemenangan ini mas.
saya terharu ngeliat momen itu sob….
Pasti ananda nanti akan sangat bangga pada prestasi dan kasih sayang ayah
saya haru…ingat sama ayah saya yg sdh almarhum….
Saya nggak lihat si, tapi bisa membayangkan betapa sayangnya sama putri kecilnya.
saya orgnya gmpang haru mbak….
mngkin krn sdh nggak punya ayah kali ya….
memang beautiful moment yaa
pas sama lagunya Whitney Houston..”one moment in time”…:-D
waduh ngga sempet liat….tapi mrinding denger atlet2 kita berjibaku membela nama bangsa ….
Ayo Indonesia bisa !!!!
mudah2an emas seharga 200 juta/keping ngga cuma ‘omdo’ (omong doang)…:-D
eh tadi aku bacanya yakuza lo. Kok tak baca2 ndak nyambung sama yakuza, heheh
sering baca komik Jepang ya sob….:-D
Manis banget, Bens…perjuangan untuk mengharumkan nama bangsa, ternyata bisa dibagi dengan sangat menyentuh dengan putri tercinta.
Selamat buat Yahuza!
aiih…
~so sweet..
haru lho mb…:-D
#lagicengeng
“Yes, ayah dapat emas!” teriak anaknya.
sebuah persembahan akhir yang sangat manis….:-D